Polisi Malaysia bantah gasak uang Rp 155,9 miliar hasil korupsi Najib Razak

Jumat, 28 September 2018 17:31 Reporter : Ira Astiana
Polisi Malaysia bantah gasak uang Rp 155,9 miliar hasil korupsi Najib Razak Najib Razak. Manan Vatsyayana / AFP/Getty Images

Merdeka.com - Polisi Malaysia membantah tuduhan bahwa pihaknya menggasak uang senilai RM 43.3 juta (Rp 155,9 miliar) yang disita dari mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Uang itu merupakan hasil korupsi kasus 1MDB yang saat ini tengah diselidiki.

Tuduhan tersebut sebelumnya diungkapkan oleh seorang narablog kontroversial, Raja Petra Kamarudin. Raja Petra mengambil kesimpulan berdasarkan pengakuan Najib, bahwa uang yang disita adalah sebesar RM 160 juta sementara polisi hanya mengumumkan RM 116 juta.

Direktur Investigasi Kejahatan Komersial (CCID), Amar Singh, mengatakan tuduhan Raja Petra sangat menggelikan dan tidak berdasar. Amar bahkan menantang Raja Petra untuk membuktikan perkataannya.

"Saya tidak mau menghiraukan penulis seperti dia. Dia mencap dirinya sebagai 'jurnalis investigatif' tetapi dia lebih seperti penulis bayaran," kata Amar, dikutip dari Straits Times, Jumat (28/9).

"Tuduhannya tidak berdasar. Jika dia benar-benar memiliki informasi yang kredibel, maka dia harus cukup berani untuk mengajukan laporan ke pihak berwenang. Jangan bersembunyi di balik tirai siber," tambahnya.

Amar menjelaskan bahwa Raja Petra mendasarkan tuduhannya pada jumlah uang tunai yang diumumkan pihak kepolisian dalam serangkaian konferensi pers.

Pada konferensi pers 25 Mei, polisi mengumumkan bahwa uang senilai RM 114 juta disita dari sebuah apartemen Pavilion Residences di Kuala Lumpur. Kemudian polisi meneruskan penggerebekan ke enam tempat yang ada kaitannya dengan Najib.

Hasilnya, uang senilai RM 116 juta berhasil disita oleh pihak kepolisian dan semuanya dalam bentuk tunai. Penemuan itu kembali diumumkan pada konferensi 20 Juni lalu.

"Najib mengajukan laporan bahwa uang yang disita senilai RM 160 juta. Tetapi dia tidak bisa membuktikannya," jelas Amar.

"Kami yakin 100 persen bahwa uang yang disita selama proses penggerebekan sama dengan yang diumumkan oleh polisi saat konferensi pers itu sama," lanjutnya.

Amar menegaskan pihaknya tidak akan menganggap enteng orang-orang yang berusaha mencoreng nama kepolisian dengan memberikan tuduhan tak berdasar.

"Saya mendesak Raja Petra untuk maju dan mengajukan laporan. Jika laporan itu ternyata salah, maka dia akan menghadapi beban hukum," tegasnya. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini