Polisi Hong Kong Tangkap Pendemo Berusia 12 Tahun

Senin, 26 Agustus 2019 19:24 Reporter : Merdeka
Polisi Hong Kong Tangkap Pendemo Berusia 12 Tahun Bentrokan demonstran dan polisi di Hong Kong. ©2019 REUTERS/Tyrone Siu

Merdeka.com - Polisi Hong Kong hari ini mengatakan mereka telah menangkap 36 demonstran termasuk anak berumur 12 tahun ketika aksi unjuk rasa kemarin yang menimbulkan bentrok dengan polisi hingga aparat melepaskan tembakan peringatan dan menggunakan meriam air untuk pertama kalinya.

Dikutip dari The Guardian, Senin (26/8), polisi mengatakan mereka menangkap 29 pria dan tujuh orang wanita, mereka berusia dari 12 hingga 48 tahun, karena melanggar hukum, kepemilikan senjata ofensif, dan menyerang petugas kepolisian.

Aksi bentrok antara polisi dan demonstran meningkat ketika pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan batu bata yang ditanggapi pasukan keamanan dengan meriam air dan gas air mata.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan enam anggota mereka telah mengeluarkan senjata dan satu polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Protes pada Minggu kemarin memperlihatkan aksi bentrok yang sengit antara kepolisian dan demonstran sejak kekerasan meningkat pada pertengahan Juni atas tuntutan RUU ekstradisi yang sekarang ditangguhkan.

"Meningkatnya aksi ilegal dan kekerasan dari para demonstran radikal tidak hanya keterlaluan, mereka juga mendorong Hong Kong ke ambang situasi yang sangat berbahaya," kata pemerintah Hong Kong dalam sebuah pernyataan.

Demonstran juga telah merencanakan aksi unjuk rasa dalam beberapa hari dan beberapa minggu ke depan, termasuk demonstrasi di markas maskapai Cathay Pasific Airways Hong Kong.

Cathay menjadi korban perusahaan terbesar dari protes Hong Kong setelah China menuntutnya untuk memecat staf yang terlibat dalam aksi demo atau mendukung demonstrasi anti-pemerintah.

Aksi protes ini juga membuat tantangan paling berat bagi Presiden China Xi Jinping sejak ia berkuasa pada 2012. Beijing berupaya menghentikan aksi unjuk rasa menjelang peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober.

Para pendemo sekali lagi mengadopsi taktik kucing dan tikus pada Minggu malam, bergerak cepat ke lokasi-lokasi di kota bekas koloni Inggris itu. Mereka mendirikan barikade untuk memblokir jalan, menyusul aksi unjuk rasa yang berlangsung damai pada hari sebelumnya.

Reporter Magang: Ellen RiVeren [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Protes Hong Kong
  2. Hong Kong
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini