Perjanjian Damai Pemerintah Yaman dan Pemberontak Disepakati di Saudi

Rabu, 6 November 2019 13:02 Reporter : Hari Ariyanti
Perjanjian Damai Pemerintah Yaman dan Pemberontak Disepakati di Saudi pasukan separatis yaman. ©Fawaz Salman/Reuters

Merdeka.com - Pemerintah Yaman dan pemberontak yang dibekingi Uni Emirat Arab (UEA), Dewan Transisi Selatan (STC), menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan untuk menghentikan pertikaian. Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) mengumumkan kesepakatan antara pemerintah Yaman dan STC untuk mengakhiri peperangan, sebagaimana dilaporkan televisi nasional Arab Saudi, Selasa (5/11).

MBS menyebutnya sebagai "Kesepakatan Riyadh" sebagai langkah krusial solusi politik mengakhiri perang berdarah selama empat tahun di Yaman.

"Kesepakatan ini akan membuka periode baru stabilitas di Yaman. Kerajaan Arab Saudi mendukung Anda," kata MBS dalam upacara penandatanganan di Riyadh yang ditayangkan di televisi pemerintah, dilansir dari Aljazeera, Rabu (6/11).

"Hari yang bahagia di Saudi saat dua pihak bersatu," lanjutnya.

Kesepakatan ini akan menghasilkan perombakan kabinet untuk memasukkan pihak STC dengan representasi yang seimbang, dan pasukan bersenjata mereka akan berada di bawah kendali pemerintah. Seluruh angkatan militer dan pasukan keamanan akan digabung dalam Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan.

Peter Salisbury, pakar Yaman di the Crisis International Group, lembaga peneliti berbasis di Brussel, mengatakan kesepakatan memecahkan dua masalah dalam jangka pendek, jika berhasil diimplementasikan.

Kesepakatan ini akan mencegah konflik di dalam konflik antara separatis di wilayah selatan dan pemerintahan Presiden Abdulrabuh Mansyur Hadi. Selain itu kesepakatan itu juga akan menciptakan pemerintahan yang lebih kredibel untuk bernegosiasi dengan pemberontak Huthi.

1 dari 2 halaman

Pertikaian Berdarah

Pada Agustus, STC, yang ingin mengelola sendiri wilayah selatan Yaman, mengalahkan pasukan pemerintah ketika pasukannya merebut kursi sementara mereka di kota Aden. Pertikaian berdarah selama beberapa pekan memicu kekhawatiran dapat semakin memperlemah blok pemberontak anti-Huthi dan merusak peluang negosiasi mengatasi perang saudara.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pihak atas kesepakatan tersebut. Menurutnya penandatanganan kesepakatan ini langkah penting dalam upaya bersama mengutamakan penyelesaian damai atas konflik yang terjadi.

"Mendengarkan pemangku kebijakan di wilayah selatan penting secara politik untuk mencapai perdamaian di negara tersebut," jelasnya.

Mantan konsultan Dewan Keamanan PBB di Yaman, Catherine Shakdam, kepada Aljazeera juga mengatakan kesepakatan itu sangat penting dan bisa menjadi landasan dalam menyusun upaya perdamaian di seluruh Yaman.

2 dari 2 halaman

Melawan Huthi

STC dan pemerintahan Abdurrabuh Mansyur Hadi awalnya sepakat merancang perjanjian awal untuk mengakhiri konflik. STC adalah kelompok yang beraliansi dengan militer Saudi, yang pertama kali mengintervensi Yaman pada Maret 2015 untuk memulihkan jalannya pemerintahan Mansyur Hadi setelah ditendang dari Sanaa oleh pemberontak Huthi.

Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan pasukannya di Yaman selatan, membawa pasukan tambahan, kendaraan lapis baja, tank dan peralatan militer. Dalam beberapa tahun terakhir, pemberontak Huthi berulang kali meluncurkan rudal dan serangan pesawat tak berawak ke kota-kota Saudi.

Perang di Yaman telah merenggut puluhan ribu nyawa, mendorong jutaan orang ke jurang kelaparan, dan menelurkan krisis kemanusiaan paling menghancurkan di dunia.

Mohdar al-Omari, salah seorang komandan STC, menyambut baik Kesepakatan Riyadh ini.

"Kami memberi selamat kepada orang-orang selatan kami dengan perjanjian Riyadh, yang merupakan satu-satunya solusi untuk situasi saat ini, dan kami mengirimkan ucapan selamat kepada kepemimpinan militer dan politik kami untuk kesempatan besar dan bersejarah ini." [pan]

Baca juga:
PBB Sambut Baik Tawaran Huthi Hentikan Serangan ke Saudi
Deretan Drone yang Serang Kilang Minyak Arab Saudi
Serang Kilang Minyak Saudi, Seberapa Tangguh Kekuatan Militer Pemberontak Huthi?
Putin Kutip Ayat Suci Alquran Ketika Serukan Perdamaian di Yaman
Diserang Drone, Kilang Minyak Terbesar Dunia di Arab Saudi Terbakar
Negara-Negara Dinilai Berbahaya Bagi Wisatawan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini