Pengantin Muslim Pakai Turban, Hormati Umat Sikh yang Tolong Korban Kerusuhan Delhi

Dalam rangka mengungkapkan terima kasih kepada penganut Sikh yang menolong warga Muslim saat kerusuhan di Delhi beberapa waktu lalu, seorang pengantin pria Muslim di Punjab, India memakai turban khas pria penganut Sikh.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Pengantin Muslim Pakai Turban, Hormati Umat Sikh yang Tolong Korban Kerusuhan Delhi
pengantin pria muslim india pakai turban sikh. ©India Today

Dalam rangka mengungkapkan terima kasih kepada penganut Sikh yang menolong warga Muslim saat kerusuhan di Delhi beberapa waktu lalu, seorang pengantin pria Muslim di Punjab, India memakai turban khas pria penganut Sikh. Turban ini biasanya berwarna merah dan dililitkan di kepala pria.

Video pernikahan pria ini viral di media sosial. Mertua dari pengantin pria yang disebut bernama Abdul itu, Saleem Khan mengatakan menantunya memakai turban untuk menyampaikan pesan untuk keharmonisan masyarakat.

"Seorang Muslim tidak dikenal hanya dengan kopiahnya tapi karena pemikirannya. Demikian juga identitas Sikh tidak hanya lewat turbannya tapi juga Gursikhinya (ajarannya)," jelasnya, seperti dikutip dari India Today, Senin (16/3).

Abdul, kata Khan, memakai turban untuk menghormati warga penganut Sikh yang menyelamatkan warga Muslim saat kerusuhan di Delhi belum lama ini.

"Kami bahagia dengan keputusannya," pungkasnya.

Puluhan orang tewas dalam kerusuhan di Delhi pada akhir Februari lalu. Kerusuhan dipicu unjuk rasa penolakan terhadap UU Kewarganegaraan Baru India yang dinilai diskriminatif terhadap warga Muslim.

Bentrokan pecah antara pengunjuk rasa yang menentang UU Kewarganegaraan Baru yang diskriminatif terhadap warga Muslim dengan pendukung UU ini. Memanasnya situasi ini juga disulut pidato hasutan politikus dari partai sayap kanan, Barathiya Jannata Party (BJP) yang berkuasa.

Kerusuhan tiga hari ini disebut sebagai kerusuhan terburuk dalam beberapa dekade terakhir di India.

Puluhan orang tewas dalam kerusuhan di Delhi pada akhir Februari lalu. Kerusuhan dipicu unjuk rasa penolakan terhadap UU Kewarganegaraan Baru India yang dinilai diskriminatif terhadap warga Muslim.

Bentrokan pecah antara pengunjuk rasa yang menentang UU Kewarganegaraan Baru yang diskriminatif terhadap warga Muslim dengan pendukung UU ini. Memanasnya situasi ini juga disulut pidato hasutan politikus dari partai sayap kanan, Barathiya Jannata Party (BJP) yang berkuasa.

Kerusuhan tiga hari ini disebut sebagai kerusuhan terburuk dalam beberapa dekade terakhir di India.

Rekomendasi