Pengadilan AS Panggil Pangeran Muhammad Bin Salman untuk Disidang Via WhatssApp

Senin, 2 November 2020 17:18 Reporter : Hari Ariyanti
Pengadilan AS Panggil Pangeran Muhammad Bin Salman untuk Disidang Via WhatssApp pangeran muhammad bin salman. ©SPA

Merdeka.com - Dokumen baru yang diajukan ke pengadilan federal AS menunjukkan putera mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), dipanggil pengadilan melalui WhatsApp bulan lalu atas tuduhan penyiksaan dan mengarahkan upaya pembunuhan mantan penasihat keamanan Saudi.

Pengadilan Washington, DC juga mengirim panggilan - pemberitahuan resmi dari tuntutan hukum yang diberikan kepada orang yang dituntut - kepada sembilan pejabat Saudi lainnya melalui WhatsApp - termasuk Badr Al-Asaker, Saud Al-Qahtani, dan Ahmed Asiri, menurut dokumen pengadilan.

Thomas Musters, penyelidik forensik komputer, mengonfirmasi dalam pernyataan tertulis yang diajukan ke pengadilan pada Kamis bahwa berkas perkara berhasil dikirim di WhatsApp pada 22 September dan ditandai telah dibaca oleh ponsel MBS 20 menit kemudian, seperti dilaporkan Business Insider, dilansir Aljazeera, Senin (2/11).

MBS diduga menggunakan WhatsApp untuk memata-matai CEO Amazon Jeff Bezos dan untuk meretas telepon jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh oleh agen Saudi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Dalam gugatan tersebut, mantan penasihat keamanan, Saad Al Jabri, menuduh MBS mengirim 50 orang "regu pembunuh" dari Arab Saudi ke Kanada dalam upaya untuk "melenyapkannya" pada Oktober 2018, tetapi Saudi ditolak masuk ke perbatasan.

Al-Jabri mengklaim upaya pembunuhan itu terjadi beberapa hari setelah pembunuhan Khashoggi. Beberapa badan intelijen, termasuk CIA menyimpulkan MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi - tuduhan yang dibantah Riyadh.

Baca Selanjutnya: Tuduhan Korupsi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini