Penemuan Ilmuwan Inggris: Obat Radang Sendi Bisa Tekan Angka Kematian karena Covid-19

Jumat, 12 Februari 2021 12:25 Reporter : Hari Ariyanti
Penemuan Ilmuwan Inggris: Obat Radang Sendi Bisa Tekan Angka Kematian karena Covid-19 Ilustrasi rematik. Shutterstock/Melodia plus photos

Merdeka.com - Obat untuk mengobati penyakit reumatik atau radang sendiri bisa menekan atau mengurangi angka kematian akibat Covid-19 dan mempercepat pemulihan, berdasarkan hasil uji coba ilmiah baru.

Obat dengan nama tocilizumab, bisa menyelamatkan nyawa satu dari 25 pasien virus corona di rumah sakit dan mengurangi penggunaan ventilator di ICU.

Para peneliti menyampaikan, sekitar setengah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona bisa merasakan manfaat dari pengobatan tersebut.

Para ilmuwan dari uji coba Recovery seluruh Inggris mengatakan ketika tocilizumab diberikan bersama steroid dexamethasone, bisa mengurangi risiko kematian sampai 4 persen. Obat tersebut telah digunakan oleh NHS (Layanan Kesehatan Nasional Inggris) untuk mengobati para pasien virus corona setelah hasil awal bulan lalu menunjukkan pengobatan itu bisa mengurangi risiko kematian termasuk masa tinggal di rumah sakit sampai 10 hari.

Sebagai hasil penemuan terbaru, Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan obat tersebut bisa disediakan lebih luas untuk mengobati pasien Covid.

Ditemukan bahwa obat tersebut bisa mengurangi risiko kematian sampai 14 persen dan mengurangi masa tinggal di rumah sakit sampai lima hari jika digunakan pada pasien dengan alat bantu oksigen dan tambahan dexamethasone.

Profesor kedokteran dan epidemiologi Universitas Oxford, Martin Landray, dan kepala penyelidik bersama uji coba Recovery mengatakan: “Hasil ini secara jelas menunjukkan manfaat tocilizumab dan dexamethasone dalam mengatasi risiko terburuk Covid-19 – meningkatkan daya hidup, mempersingkat masa tinggal di rumah sakit, dan mengurangi penggunaan ventilator.”

“Penggunaannya digabung, efeknya sangat besar. Ini adalah kabar baik bagi pasien dan kabar baik bagi layanan kesehatan yang merawat mereka di Inggris dan seluruh dunia,” jelasnya, dikutip dari The Independent, Jumat (12/2).

Baca Selanjutnya: Libatkan ribuan pasien...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini