Penelitian Lab: Vaksin Pfizer & Moderna Bisa Melindungi dari Varian Baru Virus Corona

Kamis, 18 Februari 2021 11:14 Reporter : Hari Ariyanti
Penelitian Lab: Vaksin Pfizer & Moderna Bisa Melindungi dari Varian Baru Virus Corona Distribusi vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19. ©2020 Pool via REUTERS

Merdeka.com - Sebuah laporan baru diterbitkan di New England Journal of Medicine pada Rabu, mengatakan virus Covid-19 Pfizer-BioNTech bisa melindungi orang dari varian baru virus corona yang mengkhawatirkan, termasuk varian yang ditemukan di Afrika Selatan disebut B.1.351.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti di Pfizer dan Fakultas Kedokteran Universitas Texas secara genetik merekayasa jenis-jenis virus untuk membawa beberapa mutasi yang ditemukan di B.1.351. Mereka mengujinya dengan sampel darah yang diambil dari 15 orang yang telah menerima dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech sebagai bagian uji coba klinis.

Sementara sampel serum darah menghasilkan aktivitas antibodi yang kurang menetralkan, itu masih cukup untuk menetralkan virus, tulis para peneliti dalam sebuah surat kepada jurnal tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian lainnya. Dan itu juga sebagaimana yang terlihat dengan virus lain, kata salah satu peneliti.

“Walaupun kita belum tahu dengan tepat tingkat netralisasi yang disyaratkan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit atau infeksi Covid-19, pengalaman kami dengan vaksin lain menyampaikan kepada kami bahwa kemungkinan vaksin Pfizer menawarkan perlindungan yang relatif baik terhadap varian baru ini,” jelas Direktur Institut Infeksi Manusia dan Imunitas Fakultas Kedokteran Universitas Texas, Scott Weaver, yang juga penulis penelitian tersebut kepada CNN.

“Pengurangan tingkat netralisasi terhadap varian Afrika Selatan sekitar 2/3 cukup kecil dibandingkan dengan variasi tingkat netralisasi yang dihasilkan oleh vaksin terhadap virus lain yang bahkan memiliki lebih banyak variabilitas dalam urutan proteinnya daripada SARS-CoV-2,” tambahnya, dikutip dari CNN, Kamis (18/2).
Pfizer mengatakan, tak ada bukti di kehidupan nyata bahwa varian tersebut lepas dari perlindungan yang diberikan vaksin.

“Kendati demikian, Pfizer dan BioNTech telah mengambil langkah yang diperlukan, melakukan investasi yang tepat, dan terlibat dalam pembahasan yang sesuai dengan regulator untuk berada dalam posisi untuk mengembangkan dan mencari otorisasi untuk vaksin atau booster mRNA yang diperbarui setelah varian yang secara signifikan mengurangi perlindungan dari vaksin teridentifikasi,” jelas Pfizer dalam sebuah pernyataan.

2 dari 2 halaman

Temuan Moderna

Terpisah, sebuah tim di Badan Kesehatan Nasional AS dan Moderna mempublikasikan sebuah surat dalam jurnal yang sama menggarisbawahi temuan dari sebuah eksperimen yang mereka laporkan bulan lalu.

Mereka juga melaporkan pengurangan respons antibody terhadap virus yang direkayasa secara genetik agar terlihat seperti varian B.1.351 -- tetapi tidak cukup pengurangan untuk membuat kerja vaksin menjadi kurang efektif.

“Meskipun ada pengurangan ini, tingkat titer penetral dengan (varian yang ditemukan di Afrika Selatan) tetap di atas tingkat yang diharapkan dapat melindungi,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Mereka menemukan tak ada pengurangan efektivitas atau kemanjuran terhadap varian yang pertama ditemukan di Inggris yang dikena dengan B.1.1.7. [pan]

Baca juga:
Varian Baru Virus Corona Muncul Lagi di Inggris
Israel Halangi Pengiriman Vaksin Sputnik V Rusia ke Jalur Gaza
Karnaval Batal Digelar Karena Covid-19, Warga Brasil Kembali Penuhi Pantai
Bill Gates Sebut Mengatasi Covid Jauh Lebih Mudah Daripada Perubahan Iklim
Jarum Suntik Langka di Jepang, Vaksinasi Covid-19 Terhambat
Kasus Pertama Virus Corona Varian Inggris Ditemukan di Kamboja

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini