Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah bentuk lembaga terpusat untuk salurkan bantuan internasional

Pemerintah bentuk lembaga terpusat untuk salurkan bantuan internasional Indonesia bangun dua sekolah di Myanmar. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri RI sejak 1992 menyelenggarakan bantuan internasional selatan-selatan atau kepada negara berkembang. Namun saat itu, bantuan yang diberikan belum jelas dalam rangka apa, seberapa banyak jumlah bantuan dan seberapa besar bantuan tersebut. Selain itu tidak ada koordinasi yang terpusat, jadi bantuan masih terpencar-pencar.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu Cecep Herawan menjelaskan bantuan internasional tersebut sudah mulai menemukan titik cerah. Dibentuklah sekretariat yang membuat informasi agar lebih jelas. Selain itu, dibentuk pula satu badan atau lembaga pada tahun 2015 dan Mei 2016 oleh dewan pengarah.

"Tahun 2017 proses pembentukan satu lembaga ini dimulai. Proses awalnya yaitu membuat payung hukum untuk satu lembaga ini, yang saat ini sedang digodok oleh Tim Kornas (Tim Koordinasi Nasional). Nantinya setiap lembaga yang punya bantuan internasional harus melewati lembaga ini. Agar fokus tujuannya sama," kata Cecep di Kementerian Luar Negeri, Rabu (17/1).

Tim Kornas diketuai oleh Kementerian Luar Negeri, dan beranggotakan Kementerian Keuangan, Sekretariat Negara dan Bappenas.

Cecep berharap sinergi bantuan Indonesia, yang biasanya terpecah, bisa dipersatukan dengan kepentingan politik luar negeri Indonesia.

"Ke depannya kerjasama teknik berkembang menjadi pemberian bantuan hibah dalam bentuk uang, barang, dan jasa ke negara yang membutuhkan," kata Cecep.

Tidak menutup kemungkinan bantuan ini ditujukan bagi negara tak mampu, selain negara berkembang yang terdaftar dalam penerima bantuan ini.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP