PBB Tuding Pemberontak Huthi Sabotase Bantuan Kemanusiaan
Merdeka.com - Kepala Program Pangan Dunia (WFP) Davide Beasley menuduh pemberontak Huthi menyabotase bantuan pangan untuk masyarakat yang kelaparan di Yaman, dan mengancam akan menangguhkannya jika itu terus terjadi.
Beasley mengatakan WFP telah menemukan "bukti serius" bahwa pasokan makanan telah dialihkan di ibu kota Sana'a, dan daerah-daerah lain yang dikuasai Huthi di Yaman. Perang di Yaman sudah berlangsung selama empat tahun terakhir.
Dikutip dari The Guardian pada Selasa (18/6), Beasley mendesak Huthi untuk mengimplementasikan perjanjian yang akan memungkinkan badan PBB untuk beroperasi secara independen.
"Jika kami tidak menerima jaminan ini, maka kami akan memulai penangguhan bantuan pangan secara bertahap, kemungkinan besar menjelang akhir pekan ini," kata Beasley di Dewan Keamanan.
"Jika benar-benar terjadi penangguhan, kami akan tetap melanjutkan program nutrisi pada anak-anak, wanita hamil, dan ibu menyusui," lanjutnya menjelaskan.
Beasley mengatakan WFP telah bersikeras mendesak tuntutan di atas, dan Huthi akhirnya setuju untuk melakukan registrasi dan identifikasi biometrik pada penerima bantuan, Desember lalu.
Tetapi, lembaga tersebut menghadapi hambatan dalam menerapkan langkah-langkah terkait sejak itu.
"Situasi kemanusiaan di Yaman adalah bencana," katanya.
Perang telah menewaskan sedikitnya 70.000 orang, membuat setengah dari 22 juta penduduk Yaman rawan pangan, dan memicu wabah kolera terburuk dalam sejarah modern.
"Terlepas dari penderitaan besar 20 juta orang Yaman yang tidak memiliki cukup makanan, kami terus menghadapi perlawanan sengit untuk sekadar melakukan pekerjaan evakuasi," jelas Beasley.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya