PBB Sambut Baik Tawaran Huthi Hentikan Serangan ke Saudi

Minggu, 22 September 2019 20:05 Reporter : Merdeka
PBB Sambut Baik Tawaran Huthi Hentikan Serangan ke Saudi Gedung PBB. ©AFP

Merdeka.com - Utusan PBB untuk Yaman Martin Griffiths menyambut baik tawaran kelompok bersenjata Huthi untuk menghentikan serangan terhadap Arab Saudi. Gencatan senjata ini diharapkan dapat mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Dilansir dari laman Al Jazeera pada Minggu (22/9), Griffiths menilai tawaran Huthi sebagai pesan kuat tentang keinginan mengakhiri perang.

Kelompok Huthi mengendalikan Ibu Kota Sanaa dan bagian lain di Yaman. Dalam lima tahun terakhir, Huthi berperang melawan sekutu yang dipimpin oleh Saudi.

Konflik di Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang yang kebanyakan warga sipil. Perang juga memicu kesengsaraan rakyat, di mana banyak dari mereka yang mengalami kelaparan. PBB menyebut kondisi ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Seminggu setelah serangan terhadap dua fasilitas minyak utama Saudi Aramco, Huthi menawarkan penghentian serangan.

"Kami menyatakan berhenti menargetkan wilayah Arab Saudi dengan drone militer, rudal balistik dan semua bentuk senjata lainnya, dan kami menunggu langkah balasan dari mereka," Mahdi al-Mashat, Kepala Dewan Politik tertinggi Huthi.

Dia juga meminta semua pihak dalam konflik untuk "terlibat dalam negosiasi serius".

Griffiths mengapresiasi niat baik Huthi. Dia menekankan pentingnya mengambil kesempatan ini dan bergerak maju untuk mengurangi kekerasan dan eskalasi militer.

Sebelumnya, pada 14 September lalu dua kilang minyak Saudi terbakar. Insiden ini menghancurkan separuh persediaan minyak mentah milik Kerajaan Saudi.

Huthi mengakui penyerangan kilang minyak Saudi sebagai perbuatannya. Namun, AS dan Saudi menuduh Iran sebagai dalang serangan tersebut. Sementara Iran, berkali membantah tuduhan itu dan menegaskan isyarat akan melakukan perlawanan.

Sementara itu, Saudi menyampaikan agar PBB berhati-hati dengan tawaran Huthi dan tidak mudah mempercayainya. Melalui Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, iktikad Huthi perlu dilihat dari sikapnya.

"Kami menilai pihak lain berdasarkan tindakan dan bukan kata-kata mereka," ujar al-Jubeir .

Al-Jubeir mengatakan, hingga saat ini Saudi masih mendalami penyelidikan serangan fasilitas kilang minyak milik Saudi Aramco.

"Kerajaan akan mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan hasil penyelidikan, untuk memastikan keamanan dan stabilitasnya," ucapnya.

Meski demikian, dia tetap meyakini serangan itu tidak datang dari Huthi. Pasalnya, hasil investigasi menunjukkan arah peluncuran rudal berasal dari Utara, bukan dari Yaman.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini