PBB: 270 Ribu warga Rohingya mengungsi selama dua pekan
Merdeka.com - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi, UNHCR, hari ini mengatakan lebih dari seperempat juta warga Rohingya di Myanmar mengungsi ke Bangladesh selama dua pekan terakhir.
Juru bicara UNHCR William Spindler mengatakan 270 ribu warga Rohingya telah melintasi perbatasan Myanmar-Bangladesh sejak 25 Agustus lalu ketika kekerasan mulai terjadi dipicu penyerangan ke pos polisi Myanmar.
Angka pengungsi itu sama dengan sepertiga jumlah warga Rohingya di Myanmar.
Tidak semua pengungsi itu selamat tiba di Bangladesh. Puluhan wanita dan anak-anak pengungsi tenggelam ketika berusaha memasuki Bangladesh dengan perahu.
Laman CNN melaporkan, Jumat (8/9), petugas penjaga perbatasan di Bangladesh mengatakan dia mengangkut delapan mayat warga pengungsi dari Sungai Naf dua hari lalu, empat di antaranya anak-anak.
"Perahu mereka terbalik. Tapi kejadian ini sudah terjadi sejak awal (gelombang pengungsi). Sekitar 60-65 mayat sudah diangkat dari wilayah perbatasan. Di lokasi lain bisa 10-15 mayat," kata petugas enggan diketahui namanya kepada CNN.
"Mereka sangat tertekan, kelelahan berjalan selama lima hari melintasi perbatasan. Mereka bahkan hampir tidak mengenai kerabat sendiri," ujar si petugas.
Dia juga menuturkan sejumlah warga Rohingya membayar sebesar Rp 3 juta per orang untuk naik ke perahu dan menyeberang ke Bangladesh.
"Perahu-perahu itu dibuat bukan untuk mengarungi lautan dan perjalanan jauh. Kapasitasnya hanya untuk lima atau enam orang atau mungkin sepuluh, tapi mereka (Rohingya) terkadang naik dengan jumlah dua kali atau bahkan tiga kali lipat."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya