Paus Fransiskus: 2017 Tahun perang, kebohongan, dan ketidakadilan
Merdeka.com - Dalam pidato akhir tahunnya di Gereja Santo Basilika, Vatikan, Minggu, Paus Fransiskus mengatakan 2017 adalah tahun yang penuh kesia-siaan karena perang, kebohongan, dan ketidakadilan.
"Perang menjadi tanda paling jelas tidak bertobatnya kita dan absurdnya kebanggaan serta pelanggaran lain membuat kehidupan manusia, sosial, dan lingkungan jadi merosot," kata Paus, seperti dilansir laman Press TV, Senin (1/1).
"Kita semua harus bertanggung jawab di hadapan Sang Pencipta, sesama, dan makhluk ciptaan-Nya."
Sejak terpilih jadi Paus pada 2013, pria 81 tahun itu juga sudah sering menyinggung soal isu pengungsi.
Bulan lalu Paus mengunjungi Myanmar dan Bangladesh untuk menemui para pengungsi muslim Rohingya yang menjadi korban kekerasan militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine.
Pada khotbah Natalnya pekan lalu, Paus juga mengatakan dunia bisa melihat sosok Yesus pada diri anak-anak tak berdosa yang jadi korban perang di Suriah, Irak, dan Yaman. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya