Pasukan Israel hancurkan sebuah masjid di Tepi Barat
Merdeka.com - Pasukan Israel hari ini menghancurkan beberapa bangunan, termasuk sebuah masjid, di sebuah desa Palestina, di saat batas waktu pembicaraan damai telah kedaluwarsa.
Seorang koresponden untuk kantor berita Reuters melihat beberapa ratus tentara Israel disebar di Khirbet al-Taweel, di wilayah pendudukan Tepi Barat, saat fajar. Mereka terlihat menjaga enam buldoser yang digunakan untuk menghancurkan menjadi puing-puing bangunan yang dianggap didirikan tanpa izin dari Israel. Namun, warga Palestina mengatakan dokumen-dokumen tersebut hampir mustahil untuk diperoleh, seperti dilansir situs Asia One, Selasa (29/4).
Warga palestina melihat kaitan antara pembongkaran dan lewat, tanpa sebuah perjanjian perdamaian, dari batas waktu ditetapkan sampai 29 April, ketika perundingan dimulai pada Juli tahun lalu. Israel juga telah membuat marah warga Palestina dengan terus memperluas permukiman di tanah yang mereka lihat sebagai sebuah negara.
Penduduk desa mengatakan masjid batu yang dihancurkan dibangun pada 2008, dan tentara Israel memindahkan sajadah dan kitab suci Alquran sebelum meratakan masjid.
Sementara tentara Israel lainnya menghancurkan beberapa bangunan, termasuk sebuah rumah dipakai tiga keluarga berlantai satu, tempat penampungan hewan dan sebuah sumur warga. Penduduk setempat mengatakan sekitar 30 orang menjadi tunawisma.
Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa delapan bangunan, termasuk sebuah masjid masih digunakan, dihancurkan karena bangunan-bangunan itu telah didirikan secara ilegal di dalam zona berbahaya tempat pelatihan militer.
"Saya pergi untuk melakukan salat subuh di masjid itu dan melihat militer Israel sudah mengelilingi masjid," kata warga bernama Abdel Fattah Maarouf, 63 tahun. "Kemudian mereka merobohkannya. Mereka ingin daerah ini sehingga mereka dapat membangun pemukiman di dalamnya."
Saat berbicara di radio lokal, Yasser Abed Rabbo, seorang pejabat tinggi Palestina, mengatakan kecuali tindakan seperti itu benar-benar berhenti, maka tidak ada ruang untuk kembali kepada perundingan damai disponsori Amerika.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menangguhkan negosiasi pada pekan lalu setelah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Presiden Mahmud Abbas dukungan Barat menandatangani kesepakatan bersama dengan Hamas, sebuah kelompok Islam yang menganjurkan pemusnahan bangsa Israel.
Perjanjian tersebut menggambarkan pembentukan sebuah pemerintah non-politik teknokrat dalam lima pekan mendatang dan menggelar pemilu Palestina enam bulan kemudian. Israel mengatakan pemerintah tersebut akan efektif didukung oleh Hamas dan tidak bisa menjadi mitra perdamaian. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya