Partai Komunis Rusia usul simbol bintang merah dipatenkan
Merdeka.com - Partai Komunis Rusia mengusulkan pada pemerintah agar mematenkan logo bintang merah. Simbol perjuangan komunisme itu, menurut elit partai, sekarang banyak diselewengkan menjadi logo komersial.
Gagasan ini dilontarkan oleh Vadim Solovyov, Wakil Ketua Parlemen Rusia (Duma) sekaligus Ketua Bidang Hukum Partai Komunis. Dia menyatakan surat resmi segera dikirim kepada Perdana Menteri Dmitry Medvedev, isinya mendesak Kremlin supaya mematenkan bintang merah menjadi simbol resmi Federasi Rusia setara dengan bendera nasional.
"Lambang ini perlu kita lindungi, bintang merah adalah tanda kemenangan bangsa kita oleh karenanya juga dipakai oleh Angkatan Bersenjata Rusia," kata Solovyov seperti dilansir the Telegraph, Selasa (12/4).
Logo bintang merah beberapa dekade belakangan dipakai banyak perusahaan multinasional sebagai merek dagang. Misalnya saja, produsen bir Belanda Heineken, perusahaan air mineral San Pellgrino di Italia, serta maskapai Jetstar dari Australia.
Praktik seperti ini, dalam kacamata Partai Komunis, mengkhianati tujuan awal penciptaaan logo itu. Bintang merah dianggap mewakili semangat perjuangan dan cita-cita mewujudkan masyarakat sosialis yang tak lagi terikat strata kelas.
Solovyov menilai, kalaupun perusahaan hendak memakai simbol bintang merah, maka pemerintah Rusia wajib memberikan detail panduan penggunaannya agar sesuai misi awal dibuatnya logo itu. Di Negeri Beruang Merah pun, beberapa BUMN kedapatan memakai bintang merah sebagai logo perusahaan.
Ide Partai Komunis yang muncul pertama kali dari surat kabar Moscow Times itu ditanggapi sinis oleh netizen. Pengguna Twitter dengan akun Alastair Woods mempertanyakan teknis mematenkan simbol yang sifatnya universal seperti bintang merah menjadi milik satu negara saja.
"Ide mematenkan bintang merah ini tragis. Apakah Partai Komunis Rusia sedang melakukan interpretasi kreatif atas ajaran Marx?" tulis Woods.
Bintang merah ternyata bukan satu-satunya simbol yang memperoleh perhatian khusus Partai Komunis Rusia. September 2015, partai yang jumlah pendukungnya anjlok selepas Uni Soviet bubar ini sedang merancang undang-undang yang akan menghukum warga yang merusak bendera Rusia. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya