Partai Fatah klaim menang di pemilu Palestina
Merdeka.com - Presiden Palestina Mahmud Abbas mengklaim Partai Fatah yang dipimpinnya berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan umum (pemilu) Palestina di Tepi Barat, kemarin. Palestina kembali menggelar pesta demokrasi setelah enam tahun tidak melaksanakan pemilihan umum.
Surat kabar Arab News melaporkan, Senin (22/10), walaupun hasil perhitungan suara baru belum ketahuan, namun pejabat dan pendukung Partai Fatah telah bergembira setelah pemungutan suara sempat tertunda. Beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup pendukung Fatah langsung turun ke jalan merayakan kemenangan di sebelah selatan Kota Hebron.
"Fatah meraih kemenangan dalam pemilu kali ini. Terlepas dari keikutsertaan Partai Hamas, partisipasi tetap berjalan baik dan ini membuktikan warga menolak kebijakan Hamas," ujar juru bicara Partai Fatah, Ahmad Assaf.
Komisi Pusat Pemilihan Umum Palestina menjelaskan pemilu kali ini hanya dihadiri 54,8 persen warga Palestina. Palestina terakhir mengadakan pemilihan umum pada Januari 2006 dan saat itu Partai Hamas menang mutlak. Namun, pemilu kali ini hanya diadakan di Wilayah Tepi Barat.
Partai Hamas menolak ambil bagian dalam pemilihan umum tahun ini setelah Fatah dan Hamas gagal melakukan pembicaraan damai. Hal ini menyebabkan Partai Fatah harus berjuang meraih kemerdekaan Palestina sendiri dengan kelompok berhaluan kiri seperti Barisan Pembebasan bagi Rakyat Palestina (PFLP) dan Barisan Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP).
Assaf mengatakan kesuksesan ini dikarenakan Fatah melakukan perekrutan secara hati-hati. "Dalam beberapa kasus mereka seratus persen Fatah dan di kasus lain kita membuat daftar bagi mereka yang ingin bergabung baik itu dengan kelompok lainnya," ujar Assaf.
Dia menyebut walaupun Hamas melakukan boikot dirinya merasa pemilu kali ini lebih baik dari pemilu sebelumnya. Ini lantaran partai memang fokus pada kebutuhan masyarakat.
"Warga datang ke tempat pemungutan suara dengan kemauan sendiri dan tanpa paksaan. Ini berarti masyarakat Palestina menginginkan perubahan untuk memperbaiki situasi mereka," kata Assaf.
Direktur Institut Demokrasi Shams, Umar Rahal, mengatakan jumlah kehadiran pemilih dalam pemilu kali ini sudah bisa diterima. Dia menyebut masyarakat Palestina sudah frustasi dengan kebuntuan politik. "Jadi walaupun hanya 54,8 persen saya rasa itu sudah dapat diterima," ucapnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya