Obama singgung soal toleransi di Indonesia

Sabtu, 1 Juli 2017 18:15 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Obama di Istana Bogor. ©2017 AFP PHOTO/POOL

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama memberikan pidato pembuka di hadapan ribuan diaspora Indonesia. Pidato Obama berisikan seruan toleransi di tengah keberagaman.

"Bhinneka Tunggal Ika, sama seperti moto Amerika Serikat Diversity in one. Itu harus terus kita jaga dan lestarikan," seru Obama di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7).

Mantan Presiden AS ini menuturkan dia terlahir dari keluarga yang sangat menghargai perbedaan. Dia cerita mengenai ayah tirinya yang adalah seorang warga Indonesia.

Dalam ceritanya, Obama menyerukan sang ayah beragama Islam, namun tetap menghargai orang tak peduli suku, ras dan agamanya.

"Ayah tiri saya Muslim, namun dia menghargai orang Hindu, Budha, Kristen dan lainnya. Saya banyak belajar dari dia," cerita Obama yang langsung disambut riuh tepuk tangan.

Obama bercerita, banyak belajar dari ayah tirinya, Loro Soetoro. Cerita mengenai saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi pelajaran berharga baginya sejak kecil.

Meski tak lagi menjabat sebagai presiden, Obama rupanya masih memperhatikan situasi dunia, termasuk di Indonesia. Karenanya dia menuturkan semangat toleransi kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk diasporanya.

"Ada peningkatan penolakan pada kelompok minoritas, diskriminasi etnis dan agama. Kita harus tetap bersatu agar tak terjadi perpecahan," imbuhnya.

"Saya baru pulang berlibur dari Yogyakarta, kota yang indah dan tenang. Dan ketika melihat Candi Borobudur yang merupakan candi Budha serta Candi Prambanan milik Hindu, dan dijaga oleh orang-orang beragama Islam, tentulah semangat Indonesia adalah toleransi," tutur Obama.

Menurut Obama semangat Indonesia ini harus ditularkan ke seluruh dunia dan harus ditiru masyarakat internasional. Dia juga menganjurkan anak muda untuk mengadopsi semangat persatuan ini dan membawa ke mana pun mereka pergi.

Obama juga mengajak para diaspora untuk memerangi nilai pemecah semangat toleransi. "Kita harus berjuang melawan nilai yang dapat memecahkan toleransi. Dan hal itu bagian terpenting untuk masa depan Indonesia," sambung dia.

Bagi dia, orang yang tidak menunjukkan sikap menghargai dan toleransi akan berdampak perang dan konflik. Cepat atau lambat, tutur Obama, hal tersebut akan menghancurkan bangsa.

"Hal tersebut bisa karena tidak semua orang setuju dengan praktik suatu agama. Dan jika kita tidak menghormati satu sama lain yang berbeda dengan kita, kemanusiaan akan sirna, karenanya kita harus menghargai satu sama lain," tandas [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Barack Obama
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini