Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mike Pompeo: AS tak akan cabut sanksi sebelum Korut selesaikan denuklirisasi

Mike Pompeo: AS tak akan cabut sanksi sebelum Korut selesaikan denuklirisasi Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura. AP Photo/Evan Vucc

Merdeka.com - Beberapa hari usai KTT Trump dan Kim Jong-un di Singapura, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mencabut sanksi terhadap Korea Utara sebelum denuklirisasi diselesaikan.

Ia menekankan bahwa Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang berkomitmen untuk menyelesaikan denuklirisasi total dari Semenanjung Korea dan tak akan mengulangi kesalahan untuk mencabut sanksi ekonomi kepada negara itu.

Pompeo mencatat bahwa Presiden Donald Trump sangat jelas tentang rangkaian denuklirisasi Korea Utara, dengan pelonggaran sanksi apa pun jika Pyongyang menyingkirkan semua nuklir.

"Kami menanti denuklirisasi total. Hanya setelah itu akan ada bantuan dari sanksi," ujarnya kepada wartawan setelah pertemuan para menteri luar negeri trilateral di Seoul, Korea Selatan, dikutip dari Sputnik, Kamis (14/6).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan mengatakan, bahwa kehadiran militer AS di semenanjung Korea akan tetap menjadi penangkal utama meskipun ada perubahan dari ketegangan dalam hubungan AS-Korea Utara.

"Menlu Pompeo dan saya menegaskan kembali bahwa aliansi ROK-AS kuat seperti biasa, bahwa pasukan AS di Korea telah berlatih bersama dan akan terus memainkan peran penting untuk pencegahan dan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea," kata Kang Kyung-hwa.

Sebelumnya, media pemerintah Korea Utara (KCNA) melaporkan bahwa selama pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Trump menyampaikan niat Washington untuk mencabut sanksi terhadap Pyongyang di tengah peningkatan lebih lanjut hubungan antara kedua negara.

Pemimpin Korea Utara mengatakan bahwa untuk mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea, Amerika Serikat dan Korea Utara harus menahan diri dari konfrontasi dan mengambil langkah-langkah untuk menjamin stabilitas, KCNA melaporkan.

Pada pertemuan bersejarah kedua pemimpin itu menghasilkan kesepakatan untuk membangun hubungan bilateral baru. Serta upaya membangun rezim perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea.

Pyongyang menegaskan kembali komitmennya terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea. Sementara Amerika Serikat berjanji untuk memberikan jaminan keamanan. (mdk/frh)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP