Menjabat Sejak 1971, PM Bahrain Pangeran Khalifa bin Salman Meninggal di Amerika
Merdeka.com - Perdana Menteri Bahrain, Pangeran Khalifa bin Salman Al Khalifa meninggal dunia pada Rabu (11/11). Dia adalah perdana menteri terlama di dunia yang menjabat sejak kemerdekaan pada tahun 1971 dan selamat dari unjuk rasa musim semi Arab 2011 yang menuntut penggulingannya karena tuduhan korupsi. Pangeran Khalifa meninggal dalam usia 84 tahun.
Kantor berita pemerintah Bahrain mengumumkan kematiannya, mengatakan dia sempat dirawat di Mayo Clinic Amerika Serikat, namun tanpa menjelaskan lebih lanjut. Demikian dikutip dari South China Morning Post, Kamis (12/11).
Pangeran Khalifa menikah dan memiliki tiga anak yang masih hidup, dua putra yaitu Ali dan Salman serta seorang putri, Lulwa. Putra lainnya, Mohammed, meninggal sebelumnya.
Pangeran Khalifa menghadapi masalah kesehatan yang tidak dapat dijelaskan. Dia dirawat di rumah sakit pada November 2015 tetapi kemudian dipulangkan. Dia juga melakukan perjalanan ke Asia Tenggara untuk pengobatan. Pada akhir November 2019, ia melakukan perjalanan ke Jerman untuk perawatan medis yang dirahasiakan, tinggal di negara ini selama berbulan-bulan.
Kekuasaan dan kekayaan Pangeran Khalifa dapat dilihat di mana-mana di negara kecil di lepas pantai Arab Saudi yang menjadi rumah bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS itu. Potret resminya digantung selama beberapa dekade di dinding-dinding bersama penguasa negara. Dia memiliki pulau pribadi di mana dia bertemu dengan sejumlah pejabat asing, lengkap dengan marina dan taman yang memiliki burung merak dan rusa berkeliaran di pekarangannya.
Pangeran Khalifa lahir dalam dinasti Al Khalifa yang selama lebih dari dua abad telah memerintah Bahrain, sebuah pulau di Teluk Persia yang namanya dalam bahasa Arab berarti "dua laut". Putra mantan penguasa Bahrain, Sheikh Salman bin Hamad Al Khalifa yang memerintah dari 1942 hingga 1961, Pangeran Khalifa belajar pemerintahan dari pihak ayahnya karena pulau itu tetap menjadi protektorat Inggris.
Saudara laki-laki Pangeran Khalifa, Sheikh Isa bin Salman Al Khalifa, mengambil alih kekuasaan pada 1961 dan menjabat sebagai raja ketika Bahrain memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1971. Di bawah pengaturan informal, Sheikh Isa menangani tugas diplomasi dan seremonial negara, sementara Pangeran Khalifa menjalankan pemerintahan dan ekonomi.
Saat sejumlah pihak menyerukan monarki konstitusional, massa mendesak pencopotan perdana menteri yang sudah lama berkuasa dan anggota keluarga kerajaan Sunni lainnya, termasuk Raja Hamad bin Isa Al Khalifa.
Pada satu titik selama puncak kerusuhan pada Maret 2011, ribuan pengunjuk rasa mengepung kantor perdana menteri sementara para pejabat bertemu di dalam, menuntut agar Pangeran Khalifa mundur karena tuduhan korupsi dan tindakan sewenang-wenang kepada para demonstran. Para pengunjuk rasa juga mengibarkan satu uang kertas dinar Bahrain menyusul munculnya tuduhan Pangeran Khalifa membeli tanah tempat pengembangan Pelabuhan Keuangan Bahrain hanya dengan satu dinar.
Putra Mahkot Salman bin Hamad Ditunjuk jadi PM
Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa menunjuk Putra Mahkota Salman bin Hamad al-Khalifa sebagai perdana menteri baru, kantor berita negara BNA melaporkan pada hari Rabu, mengutip keputusan kerajaan. Keputusan tersebut segera berlaku, BNA melaporkan.
Mendiang Perdana Menteri Bahrain Sheikh bin Khalifa bin Salman al-Khalifa meninggal pada Rabu pagi di Mayo Clinic di AS.
"Upacara penguburan akan dilakukan setelah pemulangan jenazah, dan pemakaman akan dibatasi pada sejumlah kerabat," lapor BNA.
Pangeran Khalifa, perdana menteri terlama di dunia, meninggal pada usia 84. Ia lahir pada tanggal 24 November 1935. Mendiang perdana menteri mengambil alih jabatannya pada tahun 1970, hanya setahun sebelum kemerdekaan Bahrain pada tahun 1971.
Dia sebelumnya pernah menjadi kepala Dewan Negara Bahrain dan kepala Dewan Pertahanan Tertinggi.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya