Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Mematikan Diderita Pencipta Tokoh SpongeBob, Stephen Hillenburg

Mengenal Penyakit Mematikan Diderita Pencipta Tokoh SpongeBob, Stephen Hillenburg Stephen Hillenburg. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kematian Stephen Hillenburg, pencipta tokoh ikonik SpongeBob Squarepants, meninggalkan luka mendalam bagi para penggemar serial animasi tersebut. Pria tersebut meninggal di usia 57 setelah berjuang melawan penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

"Dengan berat hati, kami mengumumkan kabar meninggalnya Stephen Hillenburg, pencipta SpongeBob Squarepants. Hari ini, kita berada dalam momen sedih untuk menghormati mendiang atas segala kerja kerasnya," demikian dilaporkan Nickelodeon, dikutip dari CNN, Kamis (29/11).

Hillenburg mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis penyakit ALS sejak tahun lalu. Penyakit serupa juga pernah diderita oleh fisikawan ternama asal Inggris, Stephen Hawking. Tidak seperti Hawking yang mampu bertahan hidup berpuluh-puluh tahun sejak didiagnosis penyakit ALS, Hillenburg rupanya tidak mampu bertahan lama.

Meski demikian, Hillenburg pernah menyampaikan niatnya untuk terus berkarya meski menderita penyakit tersebut.

"Saya ingin bekerja untuk serial SpongeBob Squarepants selama saya masih mampu," ujarnya saat diwawancarai Variety.

Sebagai informasi, ALS adalah penyakit yang menyerang sel-sel saraf pengontrol gerakan dalam otak dan sumsum tulang sehingga penderitanya akan merasa kesulitan menggerakkan lengan, kaki, dan wajah. Hingga kini, penyakit tersebut belum diketahui penyebabnya.

Menurut Live Science, harapan hidup rata-rata penderita ALS adalah tiga tahun, di mana hanya 5 persen yang dapat hidup lebih dari 20 tahun. Namun untuk beberapa kasus, seperti Hawking, genetik memainkan peran kunci untuk para penderita agar mampu bertahan hidup lama.

Penyakit ini sebenarnya tidak mempengaruhi indra penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, hingga sentuhan. Namun penderitanya akan mengalami masalah mental seperti aphasia tau kesulitan menemukan kata-kata. Selain itu, penyakit ini pun lebih banyak diderita oleh laki-laki.

ALS sendiri bukanlah penyakit menular, namun 10 persen penderitanya bisa mendapat penyakit ini dari keturunan. Selain itu, faktor lain yang memperkuat risiko penyakit ALS selain keturunan antara lain faktor lingkungan seperti merokok atau terkena paparan jangka panjang hingga cedera karena benturan. Stephen Hillenburg telah berjuang lama melawan penyakit ini.

(mdk/ias)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP