Mengapa Putin Rahasiakan Kehidupan Anak dan Cucunya?

Minggu, 6 Januari 2019 12:59 Reporter : Merdeka
Mengapa Putin Rahasiakan Kehidupan Anak dan Cucunya? Putin pantau latihan perang Rusia-China. ©Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

Merdeka.com - Pemimpin Rusia Vladimir Putin dikenal tak mau mengumbar kehidupan pribadinya. Orang hanya mengetahui ia pernah menikah dengan Lyudmila, mantan pramugari. Namun, pernikahan mereka yang sudah berlangsung 29 tahun akhirnya kandas pada 2013.

Setelah itu, tak diketahui siapa perempuan yang mendampingi Putin. Nama Alina Kabayeva, mantan pesenam pernah disebut-sebut sebagai istri barunya. Namun, tak ada konfirmasi soal itu.

Mantan agen KGB tersebut selalu melenggang sendirian dalam acara-acara kenegaraan di dalam maupun di luar negeri. Tak ada ibu negara yang mendampinginya.

Tak hanya soal pasangan, Putin juga merahasiakan kehidupan dua putri dari pernikahan pertamanya, Mariya dan Katerina. Keduanya lahir di Jerman dan kini berusia 30-an tahun.

Seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (5/1), anak-anak Putin dilaporkan menggunakan nama palsu, dan dalam beberapa kasus, mereka yang berusaha menguak identitas mereka secara terbuka, harus membayar konsekuensinya.

Katerina pertama kali diidentifikasi oleh Reuters pada tahun 2015. Kala itu ia disebut menjadi peserta dalam cabang olahraga yang dikenal sebagai "rock akrobatik" campuran senam dan tarian.

Ia yang kala itu berusia 29 tahun mendeskripsikan dirinya sebagai pasangan Kirill Shamalov, putra Nikolai Shamalov, teman lama Pak Putin.

Katerina juga dilaporkan menduduki jabatan senior di Moscow State University. Bersama suaminya, mereka dilaporkan punya saham senilai USD 2 miliar di sebuah perusahaan gas dan petrokimia.

Andrey Akimov, wakil ketua dewan direksi Gazprombank, awalnya mengatakan kepada Reuters bahwa Tikhonova memang adalah putri pemimpin Rusia.

Namun, belakangan ia membantah telah membuat pernyataan tersebut. Akimov mengaku 'terkejut dan bingung' oleh kutipan yang dikaitkan dengannya setelah artikel itu diterbitkan.

Insiden serupa terjadi pada 2017. Kala itu, salah satu kolega Katerina, yang bekerja dengannya sebagai akrobat profesional, mengonfirmasi bahwa Katerina adalah putri bungsu Putin.

"Ya aku tahu siapa dirinya. Tentu saja," kata dia saat ditanya apakah Katerina adalah putri Vladimir Putin. Ketika kembali ditanya hal yang sama, ia mengangguk.

Tak lama kemudian, setelah artikel Reuters terbit, ia menarik kata-katanya. "Saya tak bisa mengonfirmasi bahwa saya tahu soal putri Putin. Saya tak ada hubungannya dengan mereka," kata pria yang tak disebut namanya itu.

Ia bahkan mengaku memiliki masalah dengan pendengarannya saat wawancara dilakukan. "Percayalah, aula saat itu sangat berisik sehingga ada banyak hal yang saya tak bisa pahami," kata dia. "Saya tak yakin memberi Anda jawaban yang benar. Saya yakin ada kesalahpahaman."

Putri Putin yang lain, Maria, juga 'misterius'. Informasi yang sejauh ini menyebar adalah bahwa ia kuliah di Moscow State University. Setelah pernikahannya dengan seorang pengusaha Belanda, ia dilaporkan menggunakan nama Maria Faassen.

Ketika media lokal berusaha menulis tentang keluarga Putin, konsekuensi buruk konon akan didapat.

Pada 2008, media Rusia Moskovsky Korrespondent mengklaim Putin diam-diam menceraikan istrinya dan berencana menikahi seorang pesenam berusia 24 tahun. Itu lima tahun sebelum pemimpin Rusia ini mengumumkan perceraiannya.

Rumor tersebut tak pernah terkonfirmasi. Namun kabar burung langsung menyebar melewati batas negara dan dipublikasikan kembali di media-media Eropa.

Hanya beberapa jam setelah kabar itu dipublikasikan, penutupan surat kabar dilaporkan terjadi di Rusia. Mayoritas sementara. Namun, Moskovsky Korrespondent yang tak pernah bangkit kembali. Perusahaan induknya, Lebedev menyebut masalah keuangan sebagai penyebabnya.

Radio Free Europe mengklaim bahwa agen-agen keamanan Rusia telah menggerebek kantor media itu, menanyai semua jurnalis yang bekerja di sana, dan menahan pemimpin redaksi Gregory Nekhoroshev. Namun, belakangan sang pemred mengaku bahwa orang-orang yang disebut petugas adalah sekelompok rekan yang menjemputnya.

Vladimir Putin jarang sekali menyebut soal keluarga dan orang-orang terdekatnya. Namun, jika itu sampai ia lakukan, dia tidak berbicara apapun selain kasih sayangnya kepada mereka.

Dalam sebuah konferensi pers pada 2015, Putin ditanya soal apa anak-anaknya.

Dan ini jawabannya, "Mereka tinggal di rusia dan tak pernah tinggal di mana pun secara permanen selain di Rusia," kata dia.

"Mereka menempuh pendidikan di universitas di Rusia. Aku sangat bangga pada mereka. Mereka terus belajar dan bekerja. Anak-anak perempuan saya berbicara tiga bahasa Eropa dengan lancar. Salah satunya bahkan dapat berbicara satu atau dua bahasa Oriental. Mereka membuat langkah pertama (dalam karier) dan sukses."

"Anak perempuan saya terlibat dalam sains dan pendidikan. Mereka tidak ikut campur dalam apa pun, termasuk politik. Mereka hidup secara normal."

Putin juga pernah mengutarakan alasan mengapa ia merahasiakan kehidupan keluarganya.

Pada 2017, Reuters melaporkan, Putin takut jika mereka dikuntit. Ia mengaku khawatir, dua cucunya tak akan menghabiskan masa kecil dengan normal di tengah sorotan.

Hal senada ia ucapkan dalam sebuah acara tanya jawab di televisi. "Aku tak ingin mereka tumbuh seperti pangeran," kata Putin. "Aku ingin mereka hidup seperti manusia normal. Yang mereka butukan adalah komunikasi yang biasa dan normal dengan anak-anak lain."

Karena alasan itulah Putin memilih tak mengungkap identitas cucu-cucunya dan berapa usia mereka.

Reporter: Afra Augesti

Sumber: Liputan6.com [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini