Menelusuri Asal-Usul Berita Hoaks Soal Virus Corona yang Beredar di Amerika

Sabtu, 21 November 2020 10:01 Reporter : Pandasurya Wijaya
Menelusuri Asal-Usul Berita Hoaks Soal Virus Corona yang Beredar di Amerika

Teori kebocoran di labratorium

Pernyataan Dr Yan disambut oleh Guo Wengui, seorang miliuner China yang juga buron, serta Stephen K Bannon, mantan penasihat Presiden Trump.

Mereka lalu membawa Dr Yan terbang ke AS, memberi dia tempat tinggal sementara dan melatih dia bagaimana muncul di media serta menyiapkan wawancara dengan sosok pembawa acara konservatif di stasiun televisi seperti Tucker Carlson dan Lou Dobbs di Fox.

"Saya katakan sejak awal, tidak ada konspirasi, tapi juga tidak ada kebetulan," kata Bannon dalam sebuah wawancara.

Bannon menuturkan dia tidak seperti Dr Yan yang percaya pemerintah China "sengaja melakukan ini". Tapi dia mengembangkan teori soal insiden kebocoran di laboratorium yang tidak di sengaja dan terus membuat perdebatan tentang asal susul virus corona.

"Dr Yan hanya satu suara kecil saja, tapi setidaknya dia bersuara," kata Bannon.

Fox News, sejumlah situs independen, kanal YouTube dan akun Twitter anti-Beijing kemudian membentuk gaung super cepat yang menyebarkan informasi salah ini. Dan situasi ini terus dimanfaatkan dan dicekoki oleh media aliran kanan di Amerika.

Beberapa hari kemudian Dr Yan merilis makalah penelitian sepanjang 26 halaman yang menurut dia membuktikan virus itu diciptakan. Makalah itu sontak menyebar di dunia maya.

Makalah yang belum diuji oleh sesama ilmuwan atau dipublikasi di jurnal sains itu lalu diunggah di situs yang bisa diakses terbuka.

Ahli virus kemudian menyebut makalah itu "pseudoscience" atau ilmu sains palsu alias menyimpang dan "hanya berdasarkan dugaan".

Pada 15 September sehari setelah makalah itu dipublikasi, Dr Yan mendapat panggung besar: muncul di Fox News bersama Tucker Carlson. Acara yang dipandu oleh Carlson itu kerap dipandang sebagai media berpengaruh dan jadi andalan kubu kelompok kanan.

Carlson bertanya kepada Dr Yan, apakah dia percaya pemerintah China menyebarkan virus itu dengan sengaja atau itu kecelakaan. Dr Yan tidak ragu menjawab pertanyaan itu.

"Tentu saja dengan sengaja," jawab dia.

Rekaman wawancara itu sontak viral.

Cuplikan wawancara itu disaksikan lebih dari 8,8 juta orang meski Facebook dan Instagram menandai video itu dengan "konten mengandung informasi salah". [pan]

Baca juga:
Pasien Covid-19 Main Biola di Ruang ICU untuk Berterima Kasih kepada Tenaga Medis
Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Korea Selatan Bersiap Kembali Terapkan Pembatasan
Warga AS Diimbau Tidak Mudik dan Liburan Selama Thanksgiving Demi Cegah Covid-19
Cegah Penyebaran Covid-19, China Setop Impor Makanan dari Negara Terkena Wabah Corona
AS Negara Pertama di Dunia yang Kasus Kematian Covid-19 Capai Angka Seperempat Juta
Tepat Setahun, Virus Corona Pertama Kali Menginfeksi Manusia pada 17 November 2019

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini