Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Fakta Pulau Sentosa, tempat pertemuan Trump dan Kim Jong Un yang dijaga super ketat

5 Fakta Pulau Sentosa, tempat pertemuan Trump dan Kim Jong Un yang dijaga super ketat Pantai di Pulau Sentosa. ©Getty Images

Merdeka.com - Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tinggal beberapa hari lagi. Berbagai persiapan khusus disiapkan oleh tuan rumah, Singapura, termasuk pengamanan yang super ketat.

Pertemuan KTT AS-Korea Utara yang rencananya akan dilakukan pada 12 Juni 2018 akan berlangsung di sebuah hotel Pulau Sentosa, Singapura. Hotel bintang lima Capella akan menjadi saksi pertemuan kedua pemimpin yang kerap bermusuhan ini. Pulau seluas 500 hektare itu memang dikelilingi oleh resor mewah, marina pribadi, dan klub golf mewah.

Alasan pemilihan Pulau Sentosa sebagai tempat pertemuan KTT AS-Korut ini karena lokasi pulau itu yang tak jauh dari daratan, dan pulau ini menjadi tempat yang aman. Akses ke pulau bisa menggunakan kereta gantung, monorel, bahkan ada jalur pejalan kaki.

Selain sisi glamornya, Pulau Sentosa juga memiliki sejarah yang cukup kelam. Berikut fakta tentang Pulau Sentosa, tempat pertemuan AS dan Korea Utara:

Pulau ini dihantui bajak laut

dihantui bajak laut rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Singapura didirikan sebagai pos perdagangan Inggris di abad ke-19. Lokasinya berapa di jalur laut utama antara India dan China menjadikannya lokasi yang ideal. Tetapi sebelum pemerintahan Inggris, Singapura adalah pusat perdagangan yang berkembang dan sering dikunjungi oleh pedagang, bahkan bajak laut.

Sentosa dikenal pada saat itu sebagai Pulau Blakang Mati, atau "pulau di belakang kematian". Hal ini karena seorang bajak laut yang sering melakukan kekerasan. Populasi pulau itu kebanyakan orang Melayu, China, dan Bugis, pelaut aslinya berasal dari pulau Sulawesi di Indonesia.

Pulau Sentosa menjadi salah satu situs pembantaian Perang Dunia Kedua

menjadi salah satu situs pembantaian perang dunia kedua rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Singapura diduduki Jepang pada tahun 1942, setelah pasukan kolonial Inggris menyerah. Saat itu Singapura diberi nama dari bahasa Jepang, Syonan, yang artinya Cahaya Selatan.

Beberapa tahun berikutnya, ribuan orang tewas di bawah operasi anti-Jepang, dengan melakukan pembersihan dari komunitas etnis Tionghoa. Orang-orang China yang berusia antara 18 dan 50 dipanggil ke berbagai tempat sebelum ditembak mati dan dilemparkan ke laut.

Dari beberapa tempat-tempat pembantaian, salah satunya pantai-pantai di Sentosa, yang saat ini menjadi lokasi pertemuan di Hotel Capella, tempat Tuan Trump dan Tuan Kim akan bertemu. Sentosa juga menjadi tuan rumah kamp tahanan perang, yang menampung sekitar 400 tentara Sekutu dan penembak.

Pulau Sentosa dibuka untuk pariwisata, namun terjadi kecelakaan fatal

dibuka untuk pariwisata namun terjadi kecelakaan fatal rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pada tahun 1970-an, pemerintah Singapura mengganti nama pulau menjadi Pulau Sentosa, yang artinya "kedamaian dan ketenangan". Sejak saat itu dimulai pengembangan sebagai situs pariwisata. Namun masalah pulau terus berlanjut. Pada tahun 1983, dua gerbong kereta gantung turis jatuh ke laut setelah dihantam kapal pengeboran minyak.

Lalu rekreasi taman air dibuka. yang dinamakan Fantasy Island. Namun banyak yang mengeluh masalah keamanan. Seorang gadis berusia delapan tahun meninggal di sana pada tahun 2000, ketika rakit yang dia tumpangi terbalik. Akibat insiden itu, taman ditutup pada tahun 2002.

Setelah sejarah kelam itu, Pulau Sentosa mengubah citranya menjadi "Negara Kesenangan".

Tempat bermain yang sangat mewah

yang sangat mewah rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Resor Capella seluas 112 hektar, yang terletak di hutan hujan tropis dan dirancang oleh firma arsitek kenamaan Inggris Norman Foster, menampilkan beberapa bangunan berjenis era kolonial. Desainnya ini digambarkan sebagai tempat "di mana perpaduan lama dan baru bergabung dalam kemewahan".

Bagi yang ingin menginap, harga kamar-kamar dimulai dari USD 500 semalam atau Rp 6,9 juta, Kamar Premier Garden King seharga USD 7.500 semalam atau Rp 103 juta untuk jenis Colonial Manor dengan tiga kamar tidur dan kolam renang pribadi.

Pengunjung tidak bisa menginap di hotel ini mulai hari ini hingga 15 Juni.

Taman bermain orang kaya dan terkenal

orang kaya dan terkenal rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pulau Sentosa menjadi tempat paling bergengsi di negara itu. Ada pula Sentosa Cove, di sana ada rumah berjuta-juta dolar yang memiliki dermaga kapal pesiar.

Selain itu, ada lapangan golf dan beberapa hotel termewah di Singapura serta beberapa restoran berbintang Michelin

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP