Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Presiden Georgia sebut Inggris lemah terhadap Rusia

Mantan Presiden Georgia sebut Inggris lemah terhadap Rusia Liburan ala Vladimir Putin. ©AFP PHOTO/SPUTNIK/Alexey NIKOLSKY

Merdeka.com - Mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili (50) meminta Negara Barat tidak takut pada Rusia. Misalnya dalam kasus kematian mantan agen Sergei Skripal di Salisbury.

Rusia menuduh Inggris yang melakukan percobaan pembunuhan Skripal. Menurut Saakashvili, Rusia melakukan hal tersebut karena Inggris dianggap terlalu lemah, daripada Amerika Serikat.

"Saya pikir karena suatu alasan bahwa Rusia yakin Inggris lebih lemah pada Rusia daripada, katakanlah, Amerika Serikat. Saya tidak membayangkan dia melakukan hal yang sama seperti saat ini di Trump's America, karena itu bisa memicu reaksi yang tidak terduga dari Trump. Entah mengapa dia yakin tidak akan ada reaksi yang sama dari Inggris dalam jangka panjang," kata Saakashvili dilansir dari laman Sky News, Jumat (16/3).

Saakashvili memuji sikap Perdana Menteri Inggris Theresa May dalam menghadapi situasi seperti ini. Menurutnya, May merupakan orang yang tanggap, tidak ada bahasa yang tidak masuk akal dan tampak sebagai seseorang yang kuat dan teguh.

Saakashvili juga menilai Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurutnya, Putin sedang berkembang ke arah yang buruk, mampu memanipulasi semua orang, dan Putin belajar cara mengelabui sistem demokrasi.

"Semua pemimpin barat ini: mereka datang dan pergi, Anda tidak perlu berinvestasi terlalu banyak pada mereka, karena semua ini tentang pemilu berikutnya. Vladimir Putin adalah (presiden) jangka panjang," kata dia.

Saakashvili sangat yakin serangan di Salisbury dilakukan oleh Rusia dan serangan tersebut berada di bawah perintah langsung Putin.

"Sejak zaman Stalin, hal-hal semacam ini hanya disahkan oleh pemimpin utama. Stalin biasa menandatangani hukuman mati secara pribadi dan Putin sedang mempersiapkan dirinya untuk menjadi seperti Stalin," kata Saakashvili.

Menurutnya, tidak mungkin mafia Rusia atau Oligarki mereka sendiri yang memutuskan untuk membunuh seseorang seperti Skripal tanpa perintah eksplisit dari Putin.

Dia mengklaim bahwa Inggris menerima orang kaya Rusia dan uang mereka membantu Pemerintah Rusia untuk bisa menyusup ke masyarakat Inggris.

"Saya pikir fakta bahwa Oligarki merasa sangat nyaman di London sehingga mereka bisa membeli koran, mereka dapat mempengaruhi opini publik dan melakukannya dengan sangat baik di bidang keuangan publik, tetapi juga masuk klub sepak bola, menjadi kehadiran yang kuat di masyarakat Inggris dan juga memiliki banyak daya tarik," kata Saakashvili.

"Jadi, ada pijakan kuat terpancang di London dan dia berpikir bahwa dari sudut pandangnya tak ada risiko kerusakan hubungan yang lama, karena ada banyak kekuatan minat di dalam Inggris yang bermain," tambahnya.

Saakashvili menambahkan, Inggris jauh lebih efisien daripada Soviet, dengan agen ideologis atau mata-mata mereka. menurutnya, saat ini bukan ideologi, tapi uang yang berbicara. Dan Negara Barat sangat kuat untuk memahami hal seperti itu.

Saakashvili adalah presiden pro-barat bekas negara Soviet Georgia dari tahun 2004 sampai 2013. Hubungan pahitnya dengan Vladimir Putin berawal dari perang singkat antara Rusia dan Georgia pada tahun 2008. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP