Legistimasinya dipertanyakan, Donald Trump serang pejuang HAM AS
Merdeka.com - Bocornya dokumen skandal seksual Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Moskow belum selesai, namun miliuner asal New York ini justru membuat kehebohan baru. Lelaki bintang reality show itu malah menyerang seorang pahlawan hak asasi manusia sekaligus anggota Kongres, John Lewis.
Trump kesal lantaran Lewis mempertanyakan legistimasinya selaku Presiden terpilih. Apalagi, Lewis yang juga rekan separtai menyebut kemenangan yang diperoleh Trump tak lepas dari campur tangan Rusia.
"Anggota Kongres John Lewis sebaiknya menghabiskan waktunya untuk memperbaiki dan membantu distriknya, yang kini mengerikan dan berantakan (tanpa menyebut kasus kriminal yang dimaksud) dari pada mengeluhkan secara salah hasil pemilihan," kata Trump dalam akun Twitter miliknya, demikian dilansir The New York Times, Minggu (15/1).
"Semua hanya bicara, bicara, bicara - tanpa aksi dan hasil, menyedihkan," tutup Trump.
Oleh publik AS, Lewis dikenal sebagai pejuang pergerakan hak asasi manusia, dia menderita patah tulang tengkorak selama pawai di Selma, Alabama, lebih dari setengah abad lalu. Sejak mengalami cedera itu, dia mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kesamaan hak bagi warga Afrika-Amerika.
Jumat lalu, Lewis yang terpilih sebagai anggota Kongres selama 16 periode ini menyatakan tak ingin menghadiri upacara pelantikan Trump, yang akan digelar di Capitol, Jumat (20/1) mendatang. Dan jika itu dilakukannya, maka hal itu merupakan yang pertama kali dia lakukan sejak menduduki kursi di Capitol.
"Anda tahu, saya percaya pada pengampunan. Saya percaya bekerja untuk rakyat. Ini akan sulit. Dan akan menjadi sulit. Saya tidak melihat presiden terpilih ini sebagai presiden terlegistimasi. Saya pikir Rusia terlibat di dalamnya hingga pria ini terpilih. Dan mereka membantu menghancurkan kandidat Hillary Clinton," ujar Lewis.
Tak lama setelah menulis tanggapannya soal Lewis, akun Twitter Trump dibanjiri banyak kecaman oleh netizen, termasuk warga Atalanta, wilayah di mana Lewis terpilih sebagai anggota Kongres. Banyak yang menyebut Trump keterlaluan.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya