Pangeran MBS Pernah Ancam Bungkam Khashoggi Pakai Peluru Sebelum Dia Dibunuh

Jumat, 8 Februari 2019 18:11 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pangeran MBS Pernah Ancam Bungkam Khashoggi Pakai Peluru Sebelum Dia Dibunuh khasoggi dan pangeran Muhammad bin Salman. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Harian the New York Times (NYT) melaporkan, pada 2017 Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah mengatakan dia akan memakai 'peluru' untuk membungkam jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Laporan NYT mengutip pernyataan intelijen Amerika Serikat yang mengetahui komunikasi antara MBS dengan seorang ajudannya.

Badan Keamanan Nasional AS dan sejumlah lembaga intelijen menemukan rekaman pembicaraan itu ketika sedang menyelidiki transkrip suara MBS.

Dilansir dari laman the Middle East Eye, Jumat (8/2), menurut laporan NYT yang dirilis kemarin, MBS pernah berbicara kepada ajudannya bernama Turki Aldakhil tentang Khashoggi pada September 2017. Keduanya membahas soal kekhawatiran mereka tentang tulisan-tulisan Khashoggi yang merusak citra pemerintah Saudi.

MBS dilaporkan mengatakan kepada Aldakhil, jika Khashoggi menolak kembali ke Saudi maka dia akan memaksa jurnalis harian the Washington Post itu. MBS kemudian mengatakan jika semua cara itu gagal, dia akan menghabisi Khashoggi dengan 'sebuah peluru'.

Menurut intelijen AS, meski MBS bisa jadi tidak sungguh-sungguh dengan kata-kata yang diucapkannya, tapi hal itu menunjukkan dia sebetulnya ingin Khashoggi mati.

Beberapa hari setelah MBS berbicara dengan Aldakhil, dia kemudian berbincang dengan Saudi al-Qahtani, kata pejabat intelijen AS kepada NYT. Qahtani adalah orang yang disebut sebagai pemimpin operasi pembunuhan Khashoggi dan dia sudah dicopot dari jabatannya sebagai penasihat kerajaan.

Menurut pejabat intelijen yang mengetahui soal kasus ini, MBS kemudian marah kepada Qahtani karena dia memperingatkan perbuatan sang pangeran bisa menimbulkan kecaman dunia internasional.

"Arab Saudi tidak ada urusan dengan reaksi internasional tentang bagaimana mengurus warganya sendiri, kata MBS kepada Qahtani," demikian laporan NYT mengutip pejabat intelijen.

Badan Intelijen AS, CIA, sebelumnya sudah menyimpulkan MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi namun rincian hasil penyelidikan intelijen belum diungkap ke publik. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini