Kota Kuno Berusia 3.000 Tahun Ungkap Seperti Apa Kehidupan di Era Firaun Amenhotep
Merdeka.com - Arkeolog di Mesir menemukan kota kuno terbesar, So'oud Atun atau Kebangkitan Aten. Ini digadang-gadang sebagai penemuan arkeologi paling penting Mesir.
Akademisi ternama Mesir, Zahi Hawass, mengumumkan penemuan "kota emas yang hilang" itu di dekat Luxor, situs kota kuno Thebes. Menurut laporan BBC, So'oud Atun dibangun saat kekuasaan Amenhotep III, antara tahun 1391 dan 1353 SM.
Banyak tembok kota ini yang masih utuh. Tim menemukan sebuah toko kue, distrik pemerintahan, dan daerah permukiman. Selain itu ditemukan juga jimat kumbang, keramik, dan barang sehari-hari.
Spesialis seni Mesir dari Universitas John Hopkins, Betsy M. Bryan menyebut kota ini "penemuan arkeologi paling penting kedua sejak penemuan makam Tutankhamun". Tutankhamun atau dipanggil Tut merupakan cucu Amenhotep dari jalur ayahnya, Akhenaten. Demikian dikutip dari laman Smithsonian, Senin (27/2).
Amenhotep, raja kesembilan Dinasti ke-18 Mesir Kuno, berkuasa selama memerintah selama paruh kedua periode Kerajaan Baru. Dia mendanai pembangunan sejumlah kuil besar dan bangunan publik. Sampai akhir kekuasannya, dia berbagi kekuasaan dengan putra tertuanya, yang kemudian menjadi Amenhotep IV.
Setelah kematian ayahnya, Amenhotep IV mengganti namanya menjadi Akhenaten, berarti "berbakti kepada Aten". Aten adalah dewa matahari dalam kepercayaan Mesir Kuno. Akhenaten dan istrinya, Nefertiti, juga memindahkan takhta kerajaan dari Thebes ke kota baru yang disebut Akhetaten (sekarang dikenal sebagai Amarna).
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKota kuno berusia 3.000 tahun itu ditemukan saat arkeolog mencari kuil untuk menyimpan jenazah. Kota itu berdekatan dengan sejumlah monumen Mesir Kuno yang penting seperti Colossi of Memnon, Kuil Madinat Habu, dan Ramesseum.
Tim menemukan prasasti di So'oud Atun berasal dari tahun 1337 SM, hanya setahun sebelum Akhenaten mendirikan ibukota di Amarna.
Betsy M. Bryan menyatakan, temuan kota kuno ini menjelaskan sekilas kehidupan warga Mesir kuno di puncak kekaisaran dan menjelaskan misteri mengapa firaun dan ratunya pindah ke Amarna.
Setelah kematian Akhenaten, pemerintahan Tutankhamun mengubah apa yang telah diputuskan ayahnya. Tutankhamun dan penerusnya, Ay, kembali menggunakan Rise of Aten.
Arkeolog menganalisis prasasti hieroglif yang ditemukan di tutup wadah anggur dan wadah lainnya untuk memecahkan sejarah kota tersebut.
Salah satu vas berisi daging kering atau rebus bertuliskan nama dua orang dari kota itu dan informasi menunjukkan Amenhotep dan Akhenaten bersama-sama berkuasa di kota itu ketika vas itu dibuat.
Tim juga menemukan area produksi batu bata yang digunakan untuk membangun kuil dan bangunan lainnya.
Selain itu ditemukan juga satu ruangan yang digunakan untuk mengubur dua ekor sapi atau kerbau, temuan ganjil yang masih diselidiki para peneliti. Tim juga menemukan makam seorang manusia di mana kaki lutut jasad tersebut dililit tali.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya