Konflik Etnis di Mali, 37 Warga Sipil Tewas

Rabu, 2 Januari 2019 11:37 Reporter : Hari Ariyanti
Konflik Etnis di Mali, 37 Warga Sipil Tewas Ilustrasi ISIS. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Konflik antar etnis di Mali Tengah kembali pecah. Sebanyak 37 warga sipil dari etnis Fulani dikabarkan tewas, termasuk anak-anak pada Selasa (1/1). Tahun lalu, di kawasan ini juga pecah konflik antar etnis dan menewaskan ratusan orang.

Kekerasan antara suku Fulani dan kelompok-kelompok saingannya telah memperburuk situasi keamanan di kawasan gurun Mali. Daerah gurun biasanya digunakan sebagai pangkalan oleh para kelompok garis keras, yang diduga memiliki afiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS.

Dalam pernyataannya, pemerintah setempat menyampaikan bahwa para penyerang pada Selasa, yang berpakaian pemburu tradisional Donzo, menyerang Desa Koulogon di Kabupaten Mopti di Mali Tengah. Demikian seperti dikutip dari Antara (2/1).

Wali Kota Bankass, Moulage Guindo menyampaikan serangan muncul pada saat panggilan pertama untuk berdoa dalam rangka tahun baru bergema. Bankass merupakan kota terdekat dengan lokasi serangan.

Moulage mengatakan bagian wilayah di Desa Koulogon sebagian besar berpenduduk Dogon, yaitu kelompok suku yang berkaitan dengan warga Donzos. Letak daerah itu adalah satu kilometer dari Desa Koulogon.

Konflik kerap pecah di Mali sejak para pemberontak Tuareg dan kelompok-kelompok garis keras menguasai wilayah utara pada 2012. Keadaan itu membuat pasukan Prancis ikut bergerak mendorong mereka meninggalkan wilayah tersebut pada 2013.

Sejak saat itu, beberapa kelompok garis keras merebut kembali kendali di wilayah utara dan pusat. Mereka memanfaatkan persaingan antarsuku untuk merekrut anggota-anggota baru.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Afrika
  2. Mali
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini