Kesal soal berita Al-Aqsa, Netanyahu ingin tutup kantor Aljazeera

Kamis, 27 Juli 2017 14:43 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Kesal soal berita Al-Aqsa, Netanyahu ingin tutup kantor Aljazeera Studio stasiun televisi Aljazeera. ©politico.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dua hari lalu berjanji akan mengusir media Qatar Aljazeera dari negaranya. Dia menganggap perusahaan media itu memancing kekerasan di wilayah yang tengah berseteru tersebut.

"Kanal Aljazeera terus memancing kekerasan di sekitar Kuil Bukit," seru Netanyahu lewat akun Facebook-nya, dilansir dari laman Haaretz, Kamis (27/7).

Netanyahu juga sudah meminta agar kantor Aljazeera di Yerusalem ditutup.

"Saya telah beberapa kali meminta badan penegak hukum untuk menutup kantor Aljazeera di Yerusalem. Jika tak memungkinkan secara hukum, saya akan mencari cara membuat undang-undang mengusir mereka (Aljazeera) dari Israel," tuturnya.

Negeri Zionis telah berulang kali menuding Aljazeera bias dalam pemberitaan terkait konflik Palestina-Israel. Hal ini membuat tekad Netanyahu mengusir mereka dari Israel semakin kuat.

Aljazeera masih bungkam terkait hal ini. Salah satu juru bicara Netanyahu juga tidak menjawab pernyataan perdana menterinya di laman media sosial tersebut.

Selama krisis di Masjid Al-Aqsa, Israel menuding Al Jazeera melebih-lebihkan beritanya. Hal ini dianggap memicu protes lebih besar dari warga Palestina.

Bentrokan di Yerusalem itu memuncak saat Israel memasang detektor logam di kompleks ibadah tiga agama tersebut. Meski alat elektronik itu sudah dicabut, namun bentrokan masih terjadi.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta Israel untuk mengembalikan status quo Masjid Al-Aqsa seperti sediakala. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini