Kasus Jurnalis Investigasi Dibunuh, Pejabat Kabinet Malta Mengundurkan Diri

Kamis, 28 November 2019 19:08 Reporter : Merdeka
Kasus Jurnalis Investigasi Dibunuh, Pejabat Kabinet Malta Mengundurkan Diri Daphne Caruana Galizia. ©Daily Beast

Merdeka.com - Dua tahun setelah pembunuhan jurnalis Malta Daphne Caruana Galizia, sejumlah pejabat kabinet Perdana Menteri Joseph Muscat mengundurkan diri.

Kepala asisten PM, Keith Schembri dan Menteri Pariwisata Konrad Mizzi menyatakan mundur di tengah laporan bahwa mereka sedang diperiksa oleh polisi terkait kasus pembunuhan tersebut, demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (27/11).

Menteri Ekonomi, Chris Cardona, juga mengambil keputusan untuk menangguhkan dirinya, meski mengaku bahwa polisi baru hanya "mengklarifikasikan" informasi seputar kasus serupa kepadanya.

Ketiga pria, yang menyingkir dari pemerintahan PM Muscat pada Selasa 26 November kemarin, semuanya menyangkal melakukan kesalahan atau terlibat dalam pembunuhan jurnalis Galizia.

Di tengah berbagai tekanan, perdana menteri mengatakan dia tidak akan berspekulasi tentang semua itu, meski ketika kepala asistennya tengah diperiksa polisi.

Sementara itu, komunitas bisnis Malta mengatakan penyelidikan yang berlangsung mengungkapkan tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kamar Dagang Malta mengatakan bahwa "telah jelas sejauh mana aktivitas kriminal sudah menyusup ke lingkaran kekuasaan (Malta), dan beroperasi tanpa gangguan selama bertahun-tahun."

Publik Malta geram dengan selimut skandal di jajaran kabinet PM Muscat, BBC melaporkan, menambahkan bahwa kekecewaan yang meluas secara nasional justru dipicu oleh popularitas sang kepala pemerintahan selama dua pemilu berturut-turut.

Di sisi lain, pemimpin partai Nasionalis Malta yang konservatif dan beroposisi, menyerukan wacana untuk "mengkaji kembali masa depan Muscat" sebagai perdana menteri.

Investigasi atas pembunuhan jurnalis Malta, Caruana Galizia dalam pengeboman mobil semakin intensif, terutama ketika seorang perantara kasus yang dicurigai sebagai salah satu tersangka justru diberikan pengampunan hukum.

Perdana menteri mengatakan kepada parlemen bahwa tersangka, Melvin Theuma, diberi kekebalan sebagai imbalan atas informasi tentang pembunuhan itu. Laporan media Malta, Maltese, menyebut bahwa Theuma memiliki rekaman audio yang dikaitkan dengan kasus tersebut.

Baca Selanjutnya: Panama Papers...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini