Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam di Teluk Bengali, 122 Penumpang Selamat
Merdeka.com - Penjaga pantai Bangladesh menyelamatkan 122 pengungsi Rohingya dari Teluk Bengali pada Kamis saat kapal yang mereka tumpangi secara ilegal menuju Malaysia tenggelam karena masalah mesin. Demikian disampaikan pejabat penjaga pantai.
"Tim patroli kami langsung bergegas setelah diinformasikan oleh nelayan dari tengah laut bahwa ada sebuah kapal yang tenggelam karena kerusakan mesin," jelas Letnan Komandan Saiful Islam kepada Reuters pada Jumat kemarin, dilansir dari laman Alarabiya, Sabtu (16/11).
Penjaga pantai menyelamatkan 58 perempuan, 47 pria, dan 17 anak-anak dari kapal tersebut.
"Sepanjang tahun ini polisi Bangladesh dan penjaga pantai telah mencegah lebih dari 500 pengungsi Rohingya yang diselundupkan ke Malaysia," ujarnya.
Para pengungsi mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan berbahaya demi kehidupan yang lebih baik. Mereka lebih memilih mengambil risiko daripada tinggal di kamp yang padat yang disiapkan pemerintah Bangladesh. Lebih dari 730.000 warga muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh akibat operasi militer Myanmar pada 2017.
Penyelidikan Kejahatan Kemanusiaan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMyanmar yang mayoritas beragama Buddha telah membantah tuduhan PBB bahwa militernya melakukan gerakan melawan Rohingya dengan tujuan pemusnahan massal. Pengadilan Kejahatan Internasional mengatakan pada Kamis, pihaknya telah memenuhi tuntutan penyelidikan kejahatan kemanusiaan selama operasi militer.
Menurut Badan Pengungsi PBB, pergerakan maritim Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar telah dimulai kembali setelah dua tahun absen pada tahun 2016 dan 2017. Dalam sejumlah kasus, warga Rohingya pergi ke Malaysia dan Thailand dengan kapal tua yang diatur oleh para pelaku perdagangan manusia.
Lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya telah menetap di Malaysia.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya