Kabur sama pacar, dua gadis Afghanistan ditembak mati ayahnya
Merdeka.com - Seorang ayah menembak mati dua putrinya ketika mereka pulang setelah empat hari kabur dengan kekasihnya.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (23/7), peristiwa itu terjadi di Distrik Nad Ali, Provinsi Helmand, dikenal salah satu markas Taliban.
Kepala polisi setempat, Farid Ahmad Farhang, mengatakan pria itu membunuh dua anak gadisnya dengan alasan kehormatan. "Kedua anaknya kabur dari rumah mengikuti kekasihnya seorang penerjemah bekerja di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)," ujarnya.
Farhang memerintahkan menahan penerjemah NATO itu sebab hubungan di luar pernikahan dilarang oleh Islam. Tindakan mereka bisa dikategorikan zina. Sesuai syariat Islam, mereka harus diasingkan dari kampung mereka. Sedangkan bagi pasangan selingkuh telah menikah, mereka harus dirajam sampai mati.
Pemuda penerjemah NATO itu bernama Hewad dan pacarnya adalah Maryam. Dia mengklaim Hewad seolah sudah menjadi suaminya dan mereka saling jatuh cinta. Mereka hendak menikah, namun ditentang oleh ayah Maryam. Dia kabur bersama calon suaminya dan adiknya yang namanya tidak dipublikasikan. Pulang dari pelarian, Maryam dan adiknya ditembak oleh ayah mereka.
Masih di bulan ini, masyarakat internasional dikejutkan dengan beredarnya rekaman video pembunuhan seorang perempuan bernama Najiba. Dia ditembak mati lantaran diduga berselingkuh dengan komandan Taliban. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya