Jumlah Infeksi Covid-19 di AS Lampaui China, Fasilitas Medis Kewalahan Tangani Pasien

Jumat, 27 Maret 2020 13:36 Reporter : Iqbal Fadil
Jumlah Infeksi Covid-19 di AS Lampaui China, Fasilitas Medis Kewalahan Tangani Pasien Corona di AS. ©2020 REUTERS/Kate Munsch

Merdeka.com - Kota New York dan New Orleans mencatat lonjakan pasien positif terinfeksi virus corona di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Fasilitas medis, termasuk staf mengalami kekurangan pasokan.

Data terakhir, angka infeksi Covid-19 di seluruh AS telah melampaui 82.000 orang dengan jumlah kematian mencapai 1.200 lebih. Jumlah kasus ini telah melebihi China dan Italia.

Alat pernapasan bantuan atau ventilator menjadi barang langka di rumah sakit-rumah sakit yang merawat para pasien yang terinfeksi. Demikian juga stok masker yang sulit ditemukan.

Gubernur New York Andrew Cuomo seperti diwartakan Reuters Kamis (26/3) waktu setempat mengatakan, tidak ada lagi persediaan ventilator di gudang-gudang penyimpanan. Dia meyakini, kapasitas sistem kesehatan yang ada tidak akan mampu menangani lonjakan pasien.

Meski begitu, satu rumah sakit Kota New York, Pusat Medis Universitas New York-Presbyterian/Columbia di Manhattan, telah memulai uji coba berbagi ventilator tunggal antara dua pasien.

Setelah New York yang menjadi pusat penyebaran virus corona di Amerika Serikat pekan ini, gelombang besar infeksi berikutnya diperkirakan menuju Louisiana. Hal ini ditandai dengan permintaan ventilator yang cukup tinggi.

Sementara di New Orleans, kota terbesar di negara bagian Louisiana, perayaan Mardi Gras akhir bulan lalu diyakini telah memicu meluasnya wabah itu.

Gubernur Louisiana John Bel Edwards mengatakan New Orleans akan kekurangan ventilator pada 2 April dan berpotensi kekurangan tempat tidur pada 7 April jika semua pihak tidak segera bertindak melakukan pencegahan.

"Ini bukan dugaan, ini bukan teori yang lemah. Inilah yang akan terjadi," cetus Edwards seperti dikutip Reuters.

1 dari 1 halaman

Stok Alat Medis Menipis

Akibat wabah corona ini, sekitar 80 persen dari pasien perawatan intensif di Louisiana sekarang menggunakan mesin pernapasan, naik dari tingkat normal 30-40 persen. Data itu disampaikan Warner Thomas, kepala eksekutif Ochsner Health System, kelompok rumah sakit negara bagian.

Demikian juga kelangkaan masker pelindung, sarung tangan, baju pelindung dan kacamata untuk dokter dan perawat. Bahkan banyak laporan petugas kesehatan mendaur ulang masker wajah lama, membuat sendiri atau bahkan menggunakan kantong sampah untuk melindungi diri mereka.

"Perawat kami di seluruh negeri tidak memiliki peralatan pelindung pribadi yang diperlukan untuk merawat pasien Covid, atau pasien mereka," kata Bonnie Castillo, kepala serikat perawat AS terbesar.

Data hingga Kamis (26/3), secara keseluruhan, setidaknya 82.153 orang di AS terinfeksi, menurut penghitungan Reuters dari badan kesehatan umum negara bagian dan lokal. China, tempat pandemi global muncul akhir tahun lalu, memiliki jumlah kasus tertinggi kedua, yaitu 81.285 kasus, diikuti oleh Italia dengan 80.539 kasus. Setidaknya 1.204 orang Amerika telah meninggal karena Covid-19. [bal]

Baca juga:
Virus Corona Bisa Menjadi Penyakit Musiman Seperti Flu
Bila Wabah Pandemi Mengistirahatkan Ratusan Pesawat Komersil di AS
Donald Trump Ingin Warga AS Kembali Bekerja Pada Saat Paskah
Donald Trump Minta Bantuan Peralatan Medis Dari Korea Selatan Untuk Tangani Covid-19
Luhut Sebut Amerika Minta Bantuan Indonesia Produksi Klorokuin Atasi Covid-19
Gedung Putih: Vaksin Virus Corona Diperkirakan Tersedia Pada 2021-2022
Aksi Militer di Sejumlah Negara Ikut Perangi Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini