Janji Netanyahu Caplok Lembah Jordan Picu Kontroversi dan Kemarahan

Jumat, 13 September 2019 16:06 Reporter : Merdeka
Janji Netanyahu Caplok Lembah Jordan Picu Kontroversi dan Kemarahan PM Israel Benjamin Netanyahu batuk ketika ia berbicara tentang konferensi kesehatan di Tel Aviv, Isr. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengejutkan berbagai pihak atas pernyataan kontroversinya. Dia berencana mengambil paksa wilayah Lembah Jordan dan Laut Mati utara jika memenangkan pemilu yang akan berlangsung pada 17 September.

Lembah Jordan merupakan wilayah strategis yang menyumbang sekitar sepertiga dari Tepi Barat dan telah menjadi incaran politikus sayap kanan Israel sebagai daerah yang tidak akan pernah mereka tinggalkan.

Permukiman Israel berada pada area C Tepi Barat, yang menyumbang sekitar 60 persen wilayah, termasuk sebagian besar Lembah Jordan.

Rencana pengambilan wilayah yang dikatakan Netanyahu tidak termasuk kota-kota Palestina seperti Jericho Lembah Jordan, meskipun itu akan mengelilingi wilayah Israel.

Israel menduduki Tepi Barat dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dengan sebuah langkah yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.

Permukiman dianggap ilegal di bawah hukum internasional dan menjadi batu sandungan untuk perdamaian karena permukiman itu dibangun di atas tanah yang dianggap orang Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka. Sedangkan Israel menganggap Lembah Jordan penting untuk keamanannya.

Janji Netanyahu tersebut dikecam keras Palestina, negara-negara Arab, PBB, dan Uni Eropa.

Dalam pidatonya, Netanyahu berjanji akan bergerak untuk mencaplok lembah strategis, sekitar sepertiga dari Tepi Barat yang diduduki.

Dia juga menegaskan kembali niatnya untuk mengambil permukiman Israel yang lebih luas di Tepi Barat. Langkah itu akan menghancurkan harapan yang tersisa dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

"Langkah-langkah seperti itu, jika diterapkan, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, seperti dilansir AFP, Jumat (13/9).

"Mereka akan menghancurkan potensi menghidupkan kembali perundingan dan perdamaian regional, sementara sangat merusak kelangsungan solusi dua-Negara."

Pernyataan Uni Eropa dan keberatan PBB, memperkuat anggapan bahwa rencana itu merupakan ancaman bagi prospek perdamaian abadi.

Para pemimpin Palestina menuding Netanyahu menghancurkan perdamaian. Sementara pejabat Hanan Ashrawi mengatakan rencana itu "lebih buruk dari apartheid."

"Janji Netanyahu menempatkan perjanjian damai 1994, sekarang dipertaruhkan," kata bicara Jordan, Atef al-Tarawneh.

Aliansi sentris Biru dan Putih, yang merupakan lawan utama Netanyahu dalam pemilihan umum menilai, pernyataan itu sebagai upaya nyata untuk memenangkan suara nasionalis sayap kanan, yang akan menjadi kunci bagi partai perdana menteri.

Pemimpin Biru dan Putih Benny Gantz menyebut janji Netanyahu itu sebagai 'deklarasi kosong' yang tidak berarti apa-apa. Politikus partai-partai kecil sayap kanan yang juga bersaing dengan Netanyahu menuturkan, janji kontroversial untuk mengambil Lembah Jordan sudah terlambat.

"Mengapa berbicara tentang pencaplokan satu minggu sebelum pemilihan ketika pemerintah dapat memutuskan untuk menerapkannya saat diinginkan, dan bahkan hari ini?" tanya Menteri Transportasi Bezalel Smotrich, bagian dari aliansi kanan-kiri Yamina dalam pemilihan mendatang.

Pada Selasa malam, dua roket diluncurkan dari Gaza yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel saat kampanye Netanyahu berlangsung. Netanyahu bergegas keluar panggung setelah mendengarkan sirine tentang roket di kota Selatan Ashdod.

Dia kembali setelah situasi aman. Netanyahu mengatakan, Hamas takut jika dia kembali memenangkan pemilihan umum.

Israel tidak diam saja. Mereka kemudian membom posisi Hamas di Gaza sebagai serangan balasan. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Serangan kembali terjadi pada hari Rabu. Gaza kembali menembakkan tiga roket ke Israel. Israel memberikan balasan dengan mengirimkan satu tank untuk menyerang pos Hamas. Menurut laporan, tidak ada korban. Konflik antara Israel-Palestina merupakan bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas.

Reporter Magang: Ellen Riveren
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini