Jamal Khashoggi di Mata Keluarga: Sosok Ayah Penuh Kasih dan Berhati Besar

Minggu, 25 November 2018 07:00 Reporter : Ira Astiana
Jamal Khashoggi di Mata Keluarga: Sosok Ayah Penuh Kasih dan Berhati Besar Jamal Khashoggi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Putri wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi mengenang sosok sang ayah melalui sebuah artikel diterbitkan surat kabar Amerika Serikat Washington Post. Dalam artikel tersebut, Noha dan Razan menggambarkan sosok Khashoggi sebagai pria sederhana, sebagaimana ayah pada umumnya.

"Dia hanyalah Baba (Ayah). Seorang pria yang penuh kasih dengan hati yang besar," kata kedua putri Khashoggi, dikutip dari laman Middle East Eye, Sabtu (24/11).

Putri Khashoggi juga mengatakan bahwa sang ayah memiliki minat yang besar terhadap buku-buku dan selalu haus akan ilmu pengetahuan.

"Dia mengelilingi dirinya dengan buku-buku dan selalu bermimpi untuk mendapat lebih banyak pengetahuan. Dari semua buku yang dibaca, dia tak pernah mendiskriminasikannya, karena dia menyerap setiap pendapat," ungkap mereka.

"Kecintaannya pada buku-buku mengajarkan dia untuk membentuk pikirannya sendiri. Dia mengajarkan kita untuk melakukan hal yang sama," tambah mereka.

Khashoggi yang dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu memang memiliki pikiran kritis yang membuatnya jadi bulan-bulanan pihak tak sependapat dengannya. Selama bekerja untuk surat kabar Washington Post, dia kerap menyuarakan kritik untuk pemerintahan Saudi.

Namun rupanya, upaya dia untuk mengungkap kebenaran harus berakhir pada hal yang menyakitkan.

"Sangat penting baginya untuk berbicara, untuk berbagi pendapat, dan diskusi yang jujur. Dia menulis bukan hanya untuk bekerja, tetapi adalah suatu keharusan. Itu sudah tertanam ke dalam inti identitasnya dan itulah yang membuatnya tetap hidup," ungkap putri Khashoggi.

"Sekarang, kata-kata yang ditulisnya itulah yang membuat rohnya tetap bersama kita dan kita bersyukur untuk itu," lanjutnya.

Dalam artikel itu, kedua putri Khashoggi juga mengungkapkan keinginan sang ayah untuk kembali Saudi. Selama ini, Khashoggi memang mengasingkan diri ke AS karena takut menjadi sasaran pemerintah karena kerap menyuarakan kritik tajam

"Pada hari di mana dia meninggalkan rumah, dia berdiri di depan pintu dan bertanya apakah dia mungkin akan kembali," tulis putri Khashoggi.

"Sepanjang semua cobaan dalam hidupnya, dia tidak pernah meninggalkan harapan untuk negaranya. Karena sebenarnya, ayah bukanlah pembangkang," lanjut mereka.

Sejak pembunuhan ayahnya, putri-putri Khashoggi mulai mengunjungi kerabat mereka di negara bagian Virginia, AS, di mana ayahnya tinggal selama pengasingan. Namun bagian tersulit yang harus mereka rasakan adalah saat harus menghadapi kenyataan bahwa ayah mereka sudah tiada.

"Ketika kami melihat barang-barangnya, kami tahu dia telah memilih untuk menulis tanpa lelah dengan harapan bahwa ketika dia kembali ke Saudi, hal itu mungkin bisajadi tempat yang lebih baik untuknya dan semua orang Saudi," ungkap mereka.

"Kami bersyukur karena telah dibesarkan olehnya dengan didikan penuh hormat, pengetahuan dan cinta. Sampai bertemu lagi di kehidupan selanjutnya, Ayah," tutup mereka. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini