Jalan Masih Panjang untuk Ungkap Misteri Asal-Usul Virus Corona

Selasa, 23 Februari 2021 07:59 Reporter : Hari Ariyanti
Jalan Masih Panjang untuk Ungkap Misteri Asal-Usul Virus Corona ilustrasi kelelawar. ©AFP/Biju Boro

Merdeka.com - Laporan pendahuluan WHO atas asal usul virus corona akan merekomendasikan penelusuran kontak yang lebih luas untuk pasien pertama yang terkena Covid-19 di Wuhan, China, termasuk rantai pasokan puluhan pedagang di pasar hewan laut Huanan, yang diperkirakan memiliki peran penting dalam penyebaran awal Covid-19 pada akhir 2019. Demikian disampaikan penyelidik yang mengetahui draf laporan tersebut.

Ilmuwan independen menyampaikan kepada CNN, kerja investigasi dasar yang direkomendasikan seharusnya dilakukan berbulan-bulan sebelumnya oleh para ilmuwan China yang menyelidiki asal-usul virus. Mereka menganggapnya "mengejutkan" dan "tidak masuk akal" para ilmuwan China belum melakukan tugas itu.

Rekomendasi panel akan mengejar, antara lain, dua jalur penyelidikan utama, kata para penyelidik yang mengetahui draf laporan tersebut kepada CNN, seperti dikutip dari laman CNN pada Senin (22/2).

Pertama, mereka akan meminta penelusuran lebih lanjut riwayat kontak pasien pada 8 Desember 2019 di Wuhan, kasus pertama infeksi virus corona yang dikonfirmasi oleh para ilmuwan China dan panel WHO. Pasien belum diidentifikasi secara publik, tetapi menurut penyelidik WHO, pasien itu adalah seorang pekerja kantoran berusia empat puluhan tanpa riwayat perjalanan atau kontak, yang tinggal bersama istri dan anaknya.

Peter Daszak, salah satu anggota tim WHO yang beranggotakan 17 orang dan Presiden EcoHealth Alliance, yang menelusuri virus pada binatang, mengatakan penyelidikan telah menetapkan orang tua pasien pertama yang diketahui kemungkinan mengunjungi pasar yang menjual satwa liar di Wuhan.

Pasien tersebut bertemu tim WHO, dan pada akhir pertemuan, pasien tersebut menambahkan orang tuanya mengunjungi “pasar basah di komunitas lokal di Wuhan,” tapi bukan pasar hewan laut Huanan.

Daszak mengatakan, panel WHO tidak diberi tahu detail pasar selama kunjungan mereka dan ada kemungkinan pasar itu menjual hewan atau produk yang mungkin telah terinfeksi virus corona baru.

“Lalu dia mengatakan di akhir wawancara – dan itu semua diterjemahkan dan penerjemah, secara spesifik mengatakan – ‘Orang tua saya mengunjungi pasar basah komunitas lokal,’” ujar Daszak terkait pertemuan itu.

“Sekarang, menggunakan istilah ‘pasar basah’, khususnya di bawah batasan politik yang kita hadapi, memberi tahu saya sesuatu yang sangat signifikan: bahwa pasar lain di Wuhan - tidak (hanya) pasar Huanan, pasar lain - menjual produk satwa liar,” jelasnya.

Di China, “pasar basah” adalah sebuah istilah untuk menjelaskan tempat yang menjual berbagai produk segar, termasuk hewan hidup.

Daszak mengatakan para ilmuwan China, melihat kasus ini sebagai bagian tanggapan pemerintah, meyakinkan tim WHO bahwa orang tua pasien tersebut dites negatif virus corona, tapi China tampaknya tak melakukan pelacakan kontak orang tua tersebut di pasar yang dikunjunginya.

“Jika ditemukan pasien itu negatif, belum jelas untuk ditelusuri-kontak mereka. Tapi itu layak dilakukan sekarang karena kami memahami ada sesuatu tentang penyebaran Covid di sekitar Wuhan,” jelasnya.

Pasien ini tidak diketahui hubungannya dengan pasar hewan laut Huanan yang diyakini terkait dengan awal penyebaran virus. Daszak juga mengatakan pasien itu tidak “menjalani kehidupan perkotaan yang khas. Ia tidak melakukan aktivitas olahraga di keramaian. Hobi utamanya adalah berselancar di internet.”

Pimpinan misi WHO, Peter Ben Embarek, menolak mengomentari detail penelusuran kontak lebih jauh atau tes yang diperlukan.

“Diperlukan penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Selanjutnya: Tak realistis...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini