Israel bunuh 2 warga Palestina saat demo kemelut Yerusalem

Sabtu, 9 Desember 2017 10:33 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Israel bunuh 2 warga Palestina saat demo kemelut Yerusalem bentrokan palestina dengan aparat israel. ©2017 REUTERS/Mussa Qawasma

Merdeka.com - Dua penduduk Jalur Gaza, Palestina, meregang nyawa dalam bentrokan unjuk rasa menentang klaim Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Insiden itu terjadi Jumat kemarin setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berkeras menyatakan kota suci adalah ibu kota negara Zionis dan bakal memindahkan kedutaan besarnya.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Sabtu (9/12), korban pertama adalah seorang lelaki warga Jalur Gaza berusia 30 tahun. Dia tewas di tempat setelah ditembak oleh pasukan Israel dalam bentrokan saat unjuk rasa. Korban tewas kedua juga merupakan lelaki penduduk Jalur Gaza, Maher Athallah (54 tahun). Dia tewas di rumah sakit akibat luka-luka saat bentrokan.

Menurut catatan Bulan Sabit Merah, ada 767 penduduk Palestina luka-luka, dalam bentrokan unjuk rasa menolak status Yerusalem sebagai ibu kota Israel kemarin. Protes itu terjadi di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. Demonstrasi digelar sejak selepas Salat Jumat.

Kementerian Pendidikan Palestina juga menerbitkan perintah supaya seluruh sekolah dan lembaga pendidikan libur, dan meminta siswa dan seluruh tenaga pengajar dari semua level turun ke jalan.

Israel juga menembakkan sejumlah roket ke beberapa sasaran di Jalur Gaza diyakini sebagai tempat organisasi perjuangan Palestina, Hamas, menyimpan persenjataan. Akibat serangan itu, 14 orang luka-luka termasuk anak-anak dan dua anggota Hamas. [ary]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini