Israel Akan Kerahkan Intelijen Lacak dan Awasi Warga Positif Corona Lewat Ponsel

Senin, 16 Maret 2020 20:29 Reporter : Pandasurya Wijaya
Israel Akan Kerahkan Intelijen Lacak dan Awasi Warga Positif Corona Lewat Ponsel PM Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kabinet Israel kemarin menyetujui kebijakan untuk badan intelijen dalam negeri, Shin Bet, untuk melacak data lokasi ponsel warga yang sudah dites positif corona dan mereka yang berada dalam lingkar dekat orang tersebut dalam 14 hari sebelum mereka dinyatakan positif.

Laman Haaretz melaporkan, Minggu (15/3), siapa pun yang pernah berkontak dengan si pasien positif itu akan menerima pesan singkat yang menyuruh mereka mengisolasi diri.

Pejabat senior di Kementerian Kehakiman yang enggan diketahui identitasnya mengatakan keputusan yang disetujui jaksa agung itu mengizinkan SHin Bet untuk melacak pergerakan warga lewat ponsel tanpa persetujuan pengadilan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Sabtu kemarin mengumumkan dia berencana memakai cara ini untuk memerangi penyebaran virus corona. Dia mengatakan pemerintah akan memakai "cara digital" seperti dalam memerangi terorisme untuk menangani wabah ini.

"Ini tidak mudah," kata Netanyahu. "Ini melibatkan sejumlah pelanggaran hak pribadi orang-orang ini karena kita memeriksa siapa saja yang berkontak dengan orang ini ketika dia mulai jatuh sakit, sebelum dan sesudahnya."

1 dari 1 halaman

Karena bisa menuai kritikan lantaran pelanggaran hak privasi, lima menteri meminta Wakil Jaksa Agung Raz Nizri untuk menerapkan pelarangan tambahan bagi aktivitas Shin Bet ini.

Dengan larangan ini, maka izin untuk mengawasi dan melacak lokasi warga hanya akan dilakukan di masa krisis wabah corona ini saja. Seluruh data akan dikumpulkan dan dihapus 30 hari setelah krisis ini berakhir. Shin Bet tidak akan menggunakan data ini selain melacak penyebaran virus dan data ini akan dikirimkan langsung ke Kementerian Kesehatan yang akan menyebarkan pesan singkat. Jika aturan ini tidak dipatuhi maka hal itu akan menjadi pelanggaran hukum. [pan]

Baca juga:
Kemenhub Minta Anies Evaluasi Kebijakan Pengurangan Armada TransJakarta
Anies Cabut Pembatasan Transjakarta, MRT dan LRT di Jakarta
Pasien Positif Bertambah 17, Kasus Corona di Indonesia Menjadi 134
Maladewa Manfaatkan Resor Mewah untuk Karantina Pasien Corona
Pemerintah Ajak Rumah Sakit Swasta Bantu Tangani Virus Corona
RS Rujukan Pasien Covid-19 'Dibanjiri' Warga Cek Kesehatan, Ini Imbauan Pemerintah
Suasana Spanyol Saat Lockdown Karena Wabah Corona
Aksi Warga Italia Main Musik Bersama dari Jendela Apartemen di Tengah Lockdown

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini