Islandia negara pertama sahkan penyetaraan upah lelaki dan perempuan
Merdeka.com - Pemerintah Islandia membikin prestasi di permulaan 2018. Mereka menjadi negara pertama di dunia mengesahkan aturan penyetaraan upah antara lelaki dan perempuan, dan berharap pembedaan honor itu akan lenyap dua tahun mendatang.
Dilansir dari laman Al Jazeera, Selasa (2/1), aturan penyetaraan upah antargender itu diteken pada Senin kemarin. Menurut beleid itu, seluruh perusahaan atau lembaga pemerintah mempunyai karyawan minimal 25 orang harus memperoleh sertifikat menyatakan mereka sudah memberlakukan penyetaraan gaji. Jika tidak bisa, maka mereka didenda.
Pengesahan undang-undang itu didukung oleh faksi tengah-kanan dan oposisi di parlemen. Apalagi, hampir setengah anggota legislatif adalah perempuan.
Anggota dewan Asosiasi Hak-Hak Perempuan Islandia, Dagny Osk Aradottir Pind, mengaku gembira akhirnya pemerintah mengesahkan undang-undang itu. Sebab menurut dia, memang hal itu yang ditunggu-tunggu sejak berpuluh-puluh tahun.
"Kaum perempuan sudah membahas ini selama puluhan tahun, dan kami menyadari harus memupuk kesadaran masyarakat. Ini adalah cara buat memastikan supaya lelaki dan perempuan dibayar setara," kata Aradottir Pind.
Lembaga Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyatakan negara berada di kawasan Samudera Atlantik Utara itu sebagai yang paling menghargai kesetaraan gender, selama sembilan tahun belakangan. Penduduknya mengandalkan sektor pariwisata dan melaut sebagai mata pencaharian.
Sejumlah negara lain berada di bawah peringkat Islandia soal kesetaraan gender antara lain Norwegia, Finlandia, Rwanda, dan Swedia. Sedangkan yang menempati urutan buncit adalah Yaman.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya