Isi Rekaman Telepon Kuatkan Dugaan Pangeran bin Salman Perintahkan Khashoggi Dibunuh

Rabu, 14 November 2018 18:05 Reporter : Pandasurya Wijaya
Isi Rekaman Telepon Kuatkan Dugaan Pangeran bin Salman Perintahkan Khashoggi Dibunuh khasoggi dan pangeran Muhammad bin Salman. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Tak lama setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul bulan lalu, salah satu dari pembunuhnya mengatakan kepada seorang atasannya melalui sambungan telepon, "Bilang kepada bosmu, tugas sudah diselesaikan". Kata-kata 'bos' pada kalimat itu diduga kuat adalah Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).

Dilansir dari laman the New York Times, Rabu (14/11), rekaman percakapan di dalam konsulat Saudi itu didengarkan oleh intelijen Amerika Serikat, termasuk oleh Direktur Badan Intelijen AS, Gina Haspel.

Intelijen AS meyakini yang dimaksud 'bos' dalam kalimat itu adalah Pangeran MBS.

Maher Abdulaziz Mutreb, satu dari 15 orang Saudi yang dikerahkan ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi di konsulat berbicara di telepon itu dalam bahasa Arab.

Intelijen Turki mengatakan kepada pejabat AS, mereka meyakini Mutreb, salah satu petugas keamanan yang kerap bepergian dengan Pangeran MBS sedang berbicara dengan salah satu dari pengawal MBS lewat percakapan telepon itu.

"Percakapan telepon semacam itu hampir setara dengan bukti kuat," kata Bruce O. Riedel, mantan pejabat CIA di Institusi Brookings. "Itu menjadi bukti yang bisa jadi bahan dakwaan."

Para pejabat Turki mengatakan rekaman percakapan itu memang tidak menyimpulkan pasti Pangeran MBS sebagai sosok yang memerintahkan Khashoggi dihabisi, namun bukti obrolan di telepon itu tidak bisa mengabaikan dia terlibat dalam tewasnya Khashoggi.

Pangeran MBS tidak secara jelas disebutkan dalam rekaman itu dan para pejabat intelijen juga tidak punya kepastian apakah yang dimaksud Mutreb soal 'bos' itu adalah MBS.

Dalam pernyataan dua hari lalu, pejabat Saudi membantah sang putra mahkota mengetahui soal pembunuhan Khashoggi. Menanggapi soal pernyataan Mutreb dalam rekaman, Saudi mengatakan Turki sudah mengizinkan petugas intelijennya mendengarkan rekaman itu dan tidak ada pembahasan soal kata 'bos' yang merujuk pada MBS.

Pihak Turki boleh jadi memiliki sejumlah rekaman, termasuk penyadapan semua sambungan telepon dan mereka bisa jadi hanya membagikan rekaman yang sudah dipilih. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini