Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini curhatan pengungsi Rohingya di Bangladesh kepada Menlu Retno

Ini curhatan pengungsi Rohingya di Bangladesh kepada Menlu Retno menlu retno temu pengungsi rohingya di Bangladesh. ©Kemenlu

Merdeka.com - Usai melakukan pertemuan dengan para menteri luar negeri ASEAN di Myanmar, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi berkunjung ke Bangladesh. Di sela-sela pertemuan bilateralnya tersebut, Menlu Retno menyempatkan diri untuk mengunjungi pengungsi Rohingya yang berhasil menyeberang ke Bangladesh.

"Kondisi para pengungsi cukup memprihatinkan, masyarakat internasional harus dapat lakukan lebih untuk membantu para pengungsi", ujar Menlu Retno di Ukhiya, Cox’s Bazar, Bangladesh setelah mengunjungi Kutupalong Refugee Camp, Selasa (20/12).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini menyebutkan kunjungannya ke kamp pengungsi untuk melihat langsung situasi dan kondisi di sana, seperti dilaporkan siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (20/12).

Di tempat penampungan pengungsi itu, dia mendengarkan curahan hati para pencari suaka. Para pengungsi menceritakan pengalaman dan perjalanan mereka hingga sampai di tempat pengungsian tersebut.

Di kamp pengungsi, Menlu Retno melihat-lihat rumah tempat pengungsi etnis Rohingya itu tidur. Dia juga melihat tempat ibadah di sana.

“Dari cerita dan pengalaman para pengungsi, terlihat kompleksitas permasalahan di Rakhine State. Namun demikian, apapun penyebab mereka hadir di kamp Kutupalong, mereka hidup dengan kondisi yang sangat minim, dan sebagai sesama manusia kita harus berupaya lebih keras lagi untuk membantu mereka”, tutur Menlu Retno.

Menlu Retno mengajak masyarakat internasional untuk turut memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya tersebut. Pasalnya, kata Menlu Retno, pemerintah Bangladesh, Lembaga Pengungsi PBB (UNHCR), Lembaga Imigran Internasional (IOM) memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Hal ini merupakan tantangan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Menlu Retno juga menegaskan penyelesaian masalah pengungsi harus dilakukan di negara asal. Untuk itu, dia mendukung langkah Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan permasalahan secara inklusif di Rakhine State.

Selain itu, kepada Menlu Bangladesh, Menlu Retno kembali menekankan pentingnya hubungan, komunikasi dan koordinasi yang baik antara Bangladesh dan Myanmar dalam mengatasi masalah pengungsi di perbatasan.

Menlu Retno merupakan menteri luar negeri pertama di luar Bangladesh yang mengunjungi kamp pengungsi tersebut. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP