Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia di urutan ke-90 indeks korupsi sedunia

Indonesia di urutan ke-90 indeks korupsi sedunia Aksi hari anti-korupsi. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Berkat upaya Presiden Joko Widodo dalam memberantas pungutan liar, skor yang didapatkan Indonesia untuk Indeks Persepsi Korupsi 2016 mengalami perbaikan, yakni naik satu angka. Sayangnya, posisi Indonesia turun satu peringkat dan berada di urutan ke-90 dari 176 negara uang disurvei.

Turunnya peringkat tak lepas dari bertambahnya jumlah negara yang disurvei, dari 168 menjadi 176 negara.

Indonesia mendapatkan skor 37 poin, yang didasarkan dari penilaian lembaga pemantau korupsi yang berpusat di Jerman, Transparency International, Rabu (25/1). Angka itu didapatkan dari respon penduduk terhadap kinerja sebuah sektor usaha dan birokrasi, perbandingan kinerja sektor yang dianggap bersih atau tidak bersih terhadap negara lain, serta temuan kasus-kasus korupsi besar di negara tertentu.

Nilai yang didapatkan Indonesia ini setara dengan Kolombia, Liberia, Maroko, dan Makedonia. Singapura menjadi negara satu-satunya di Asia yang berada di peringkat 10 besar. Negara pulau ini berada di urutan ke-7 atau naik satu peringkat dengan indeks persepsi korupsi paling bersih.

indeks korupsi dunia

Sedangkan negara-negara nomor wahid berkat tingkat korupsi minim adalah Denmark (1), disusul Selandia Baru (2), Finlandia (3), Swedia (4), dan Swiss (5). Sementara Amerika Serikat berada di peringkat ke-18.

Negara-negara dengan peringkat yang lebih tinggi dikenal sebagai negeri yang informatif kepada publik, termasuk memberikan kebebasan pers dan integritas tinggi dari pejabat publik, serta peradilan yang independen. Namun demikian, mereka tidak sepenuhnya bersih, sebab ada beberapa tindakan korupsi yang justru tidak meninggalkan bekas.

Lembaga ini menyebut masih ada beberapa kasus tawar menawar yang terjadi di lingkungan pemerintahan, masih adanya konflik kepentingan, sistem keuangan yang terlarang, dan penegakan hukum tambal sulam hingga mendistorsi kebijakan publik serta memperburuk indeks korupsi di dalam dan luar negeri.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP