India Bebaskan 11 Pelaku Pemerkosaan Massal Perempuan Muslim

Rabu, 17 Agustus 2022 13:44 Reporter : Hari Ariyanti
India Bebaskan 11 Pelaku Pemerkosaan Massal Perempuan Muslim Demo anti-pemerkosaan di India. ©Reuters/Ahmad Masood

Merdeka.com - India membebaskan 11 pria pelaku pemerkosaan terhadap seorang perempuan Muslim yang sedang hamil dalam kerusuhan Muslim-Hindu 2022. Para pelaku pemerkosaan ini diberikan remisi dalam rangka perayaan kemerdekaan India yang ke-75 tahun pada Senin (15/8).

Pembebasan terpidana pemerkosaan ini menuai kecaman dari suami korban, pengacara, dan para politikus.

Para pria tersebut diputuskan bersalah pada awal 2008 dan dihukum penjara seumur hidup. Mereka dibebaskan dari penjara Panchmahals di negara bagian Gujarat pada Senin.

Kerusuhan Gujarat, salah satu kerusuhan antar umat beragama terburuk di India, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan sebagian besar korban merupakan Muslim. Saat itu Gujarat dipimpin Narendra Modi sebagai kepala menteri, yang saat ini menjabat Perdana Menteri (PM) India. Partai Modi, Bharatiya Janata atau BJP masih berkuasa di Gujarat.

Pejabat tinggi Panchmahal, Sujal Jayantibhai Mayatra mengatakan pada Selasa, komite penasihat penjara distrik tersebut merekomendasikan pembebasan 11 pemerkosa itu setelah mempertimbangkan masa hukuman dan kelakukan baik mereka.

"Faktanya adalah mereka telah menghabiskan hampir 15 tahun dalam penjara dan memenuhi syarat untuk remisi," ujarnya, dikutip dari laman South China Morning Post, Rabu (17/8).

UU India, lanjut Mayatra, memperbolehkan pengajuan remisi setelah 14 tahun narapidana menjalani hukuman.

Suami korban, Yakub Rasul mengatakan sangat kecewa karena kerusuhan itu juga menewaskan banyak anggota keluarganya.

"Kami telah kehilangan keluarga kami dan ingin hidup damai, tapi tiba-tiba ini yang terjadi," sesalnya.

"Kami tidak mendapat informasi sebelumnya terkait pembebasan mereka, baik dari pengadilan maupun pemerintah. Kami hanya tahu melalui media."

Politikus oposisi dan pengacara korban mengatakan pembebasan para pemerkosa itu bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk mengangkat derajat perempuan di negara yang terkenal dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan.

"Remisi hukuman terpidana kasus kejahatan mengerikan seperti pemerkosaan massal dan pembunuhan secara moral dan etika tidak pantas," jelas pengacara senior India, Anand Yagnik.

Baca juga:
Ibunya Diperkosa Sampai Melahirkan, 30 Tahun Kemudian Anaknya Perjuangkan Keadilan
Polisi India Diduga Perkosa Bocah 13 Tahun yang Baru Melapor Dirinya Diperkosa 4 Pria
Bocah 9 Tahun Kasta Dalit di India Diduga Diperkosa Massal, Dibunuh & Dikremasi Paksa
Wartawan di India Dipenjara & Disiksa Karena Liputan Pemerkosaan Gadis Dalit
Diskriminasi Negara dalam Kasus Pemerkosaan Massal Perempuan Kasta Dalit di India

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini