Imran Khan Sebut India-Pakistan Bisa Berdamai Jika Modi Menang Pemilu

Rabu, 10 April 2019 22:15 Reporter : Merdeka
Imran Khan Sebut India-Pakistan Bisa Berdamai Jika Modi Menang Pemilu imran khan. ©REUTERS / Thomas Peter / Pool

Merdeka.com - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan jika Perdana Menteri India Narendra Modi menang pemilu maka prospek perdamaian antara India dan Pakistan akan lebih besar.

Pemilu di India akan dimulai besok (11/4) dan akan dilangsungkan selama beberapa hari di bulan April dan Mei.

"Akan ada dua Narendra Modi, satu sebelum pemilu, satu sesudahnya." kata Imran Khan, seperti dilansir dari ABC Indonesia, Rabu (10/4).

Adalah PM Narendra Modi yang mengirimkan pesawat tempur India untuk mengebom wilayah Pakistan pada Februari lalu. Langkah itu merupakan balasan atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter di wilayah Kashmir yang dipersengketakan kedua negara.

Kedua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir itu hampir terlibat perang terbuka. Khususnya, ketika India menuduh Pakistan telah mendukung kelompok teroris yang bertanggung jawab atas serangan 14 Februari itu.

Seruan bagi tindak balasan meningkat dengan Pakistan kemudian menembak jatuh sebuah pesawat tempur India.

Meski ada ketegangan baru tersebut, PM Imran Khan mengatakan dialog lebih mungkin terjadi bila pemerintahan nasionalis Hindu yang sekarang berkuasa kembali memenangkan pemilu.

Dia mengatakan partai oposisi di India Partai Kongres akan terlalu takut dengan kemungkinan penentangan dari kelompok sayap kanan India, untuk berani terlibat dalam pembicaraan damai dengan Pakistan.

Berbicara dengan beberapa wartawan asing termasuk ABC, PM Imran Khan mengatakan Pakistan memang harus melakukan tindakan balasan ketika pesawat tempur India memasuki wilayah udara mereka.

"Pasti ada reaksi yang mengerikan dari rakyat bila kami tidak melakukan tindakan balasan," kata Khan.

"Tidak ada pemerintah yang bisa bertahan di Pakistan bila kami tidak melakukan tindakan balasan."

Imran Khan juga mengatakan, Pakistan juga sedang bekerja untuk membongkar jaringan teroris Jaish-e-Mohammed. Kelompok itu mengaku bertanggung jawab melakukan serangan bom bunuh diri terhadap tentara India Februari lalu.

Pejabat senior militer Pakistan mengukuhkan bahwa belasan anggota kelompok tersebut telah ditahan.

Ketika ditanya mengapa pemimpin kelompok tersebut Masood Azhar belum lagi ditemukan, Imran Khan tidak memberikan jawaban langsung.

"Masood sudah bersembunyi, tidak efektif, dia tidak betul-betul menjadi pemimpin saat ini." katanya.

"Kami tahu dia tidak sehat, saya tidak tahu."

"Tetapi yang lebih penting dari dia bahwa struktur seluruh organisasinya, yang sedang kita bongkar."

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini