Ilmuwan Prediksi Tanaman Langka Ini Bakal Jadi Sumber Makanan Masa Depan di 2050

Senin, 23 Mei 2022 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Ilmuwan Prediksi Tanaman Langka Ini Bakal Jadi Sumber Makanan Masa Depan di 2050 Pisang ethiopia (kanan). ©Royal Botanic Garden Kew, London/BBC

Merdeka.com - Di masa depan, kita bisa sarapan dengan pisang ethiopia atau nyemil buah pandan wangi. Tanaman langka yang saat ini masih jarang dikonsumsi masyarakat bisa menjadi sumber makanan di masa depan.

Para ilmuwan telah menyusun daftar tanamam yang kurang dikenal ini yang bisa menjadi hidangan dalam daftar menu kita pada 2050.

Perang Ukraina menyoroti bahayanya bergantung atau mengandalkan beberapa tanaman yang diperdagangnya secara global. Selain itu ada juga dampak perubahan iklim yang memperbesar risiko kekurangan pangan karena gagal panen dan melonjaknya harga makanan di seluruh dunia.

Dengan 90 persen kalori bersumber hanya dari 15 tanaman, para ahli di Royal Botanic Garden, London, Inggris sedang berburu bahan yang bisa dikonsumsi di masa depan.

Peneliti Royal Botanic Garden, Dr Sam Pirinon menyampaikan, diversifikasi makanan untuk kita konsumsi adalah salah satu solusi mengurangi kelaparan, mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati, dan membantu beradaptasi terhadap perubahan iklim.

"Kita tahu ada ribuan spesien tanaman yang bisa dimakan di seluruh dunia yang dikonsumsi oleh populasi yang berbeda dan di sini kita bisa menemukan beberapa solusi untuk tantangan global masa depan ini," jelasnya, dikutip dari BBC, Minggu (22/5).

Dari 7.000 lebih tanaman yang bisa dimakan di seluruh dunia, hanya 417 yang ditanam secara meluas dan digunakan untuk sumber makanan. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

Buah pandan

Buah pandan (Pandanus tectorius) adalah tanaman kecil yang tumbuh di daerah pantai dari Kepulauan Pasifik sampai Filipina. Daunnya umum digunakan sebagai pewangi makanan di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, sedangkan buahnya yang mirip nanas bisa dimakan mentah maupun dimasak.

Menurut peneliti Royal Botanic Garden, Dr Marybel Soto Gomez, pohon pandan bisa bertahan dalam berbagai kondisi termasuk kekeringan, angin kencang, dan cipratan air asin.

"Ia bisa bertahan dalam segala iklim dan makanan bernutrisi yang juga enak," ujarnya.

Sereal liar

Jenis sereal juga sangat beragam, dengan 10.000 lebih spesies, menawarkan beragam jenis potensi makanan baru.

Fonio Digitaria exilis) merupakan sereal Afrika bernutrisi yang digunakan untuk membuat coscous, bubur, dan minuman. Tanaman ini bisa bertahan di tanah yang kering.

2 dari 3 halaman

Palawija

ilmuwan prediksi tanaman langka ini bakal jadi sumber makanan masa depan di 2050

Kacang-kacangan atau palawija adalah "makanan masa depan lainnya". Jenis makanan ini murah, kaya protein, dan vitamin B. Mereka juga bisa beradaptasi dalam beragam lingkungan mulai dari pinggir pantau sampai lereng gunung.

Ada 20.000 spesies palawija di dunia, tapi yang kita konsumsi hanya beberapa jenis. Ada ratusan spesies lainnya diperkirakan tumbuh di alam liar yang belum diketahui para ilmuwan.

Kacang morama (Tylosema esculentum) merupakan tanaman pokok di Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan, di mana kacang ini direbus dengan tepung jagung atau digiling untuk membuat bubur atau diseduh sebagai minuman.

Tidak semua palawija bisa dimakan, tapi para ahli sedang mengeksplorasi kandungan yang ada di sejumlah spesies palawija untuk melihat mana yang bisa dimakan dan bernutrisi.

3 dari 3 halaman

Pisang ethiopia

Enset atau pisang ethiopia adalah keluarga dekat pisang, tapi dikonsumsi hanya di salah satu daerah di Ethiopia.

Buah tanaman pisang ethiopia tidak bisa dimakan, tapi batang dan akarnya bisa difermentasikan dan digunakan untuk membuat bubur dan roti.

Penelitian menyebutkan, tanaman ini berpotensi bisa memberi makan untuk 100 juta lebih orang di dunia. [pan]

Baca juga:
Penjelajah China Temukan Hutan Purba di Bawah Saluran Pembuangan
Mengenal Tuas Jenis 1 hingga 3, Ketahui Perbedaan Beserta Contohnya
Peneliti Ungkap Kemungkinan Asal Muasal Penyakit Hepatitis Akut
Fosil Buaya Zaman Purba yang Hidup 7 Juta Tahun Lalu Ditemukan di Peru
Peneliti Gunakan Tanah dari Bulan untuk Menanam Selada
Tetap Menimbulkan Kecanduan, Simak Fakta Dan Bahaya Vapor Bagi Kesehatan Tubuh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini