Harga Selangit Rekaman Asli Pendaratan Manusia Pertama di Bulan

Minggu, 21 Juli 2019 20:22 Reporter : Merdeka
Harga Selangit Rekaman Asli Pendaratan Manusia Pertama di Bulan pendaratan manusia di Bulan. ©Daily Mail

Merdeka.com - Bertepatan dengan peringatan 50 tahun misi pendaratan manusia pertama di Bulan, cuplikan video yang mengabadikan momen bersejarah itu telah dijual lewat lelang dengan harga selangit.

Balai lelang di Amerika Serikat, Sotheby's, melelang tiga rekaman orisinal misi Apollo 11 keluaran NASA dengan harga US$ 1,82 juta atau berkisar Rp25 miliar. Demikian dikutip dari CNN, Minggu (21/7).

Harga itu meningkat 8.000 kali lipat dari nilai semula yang dibayar oleh pemagang NASA, Gary George, saat ia membelinya dalam sebuah lelang yang disponsori pemerintah pada 1976 --kata pihak Sotheby's.

Video-video yang dilelang masih dalam kondisi semula sebagaimana mereka diproduksi. Mereka belum direstorasi, ditingkatkan kualitasnya, atau di-reproduksi ke medium lain.

"Rekaman video merupakan gambar paling awal, paling tajam, dan paling akurat yang masih ada tentang langkah pertama manusia di Bulan," kata Sotheby's dalam sebuah keterangan tertulis.

"Lima puluh tahun yang lalu hari ini, kami mencapai pencapaian manusia terbesar di dunia, dan apa yang kita ingat secara universal tentang peristiwa itu paling baik didokumentasikan dalam rekaman ini," tambah Cassandra Hatton, wakil presiden dan spesialis senior di Departemen Buku & Manuskrip Sotheby's, dalam rilisnya.

Rumah lelang tidak mengatakan siapa yang membeli rekaman pendaratan manusia pertama di Bulan itu.

Rekaman, dalam medium kaset. Berisi gambar-gambar yang telah diperlihatkan di seluruh dunia: langkah pertama Neil Armstrong, Buzz Aldrin menuruni tangga di belakangnya dan memantul di permukaan bulan, dan para astronaut menanam bendera Amerika di sana.

Tetapi gambar-gambar itu "lebih tajam dan lebih berbeda" daripada yang ditunjukkan di tempat lain, kata Sotheby's.

Rekaman yang ditunjukkan pada siaran televisi jaringan kehilangan kualitas video dan audio dengan setiap transmisi dari menara pemancar ke pemancar lain, tambah Sotheby's.

Pada 20 Juli 1969, wahana Eagle dari Apollo 11 mendarat di Tranquility Base.

Beberapa jam kemudian, pada 21:56 CT (0356 GMT), Neil Armstrong membuat sejarah dengan menjadi orang pertama yang berjalan di Bulan.

Armstrong, sang komandan misi Apollo 11, mengatakan saat mendarat, "Houston, Tranquility Base di sini. Eagle telah mendarat." Houston merujuk pada pusat kontrol misi Badan Antariksa AS (NASA).

Charlie Duke, komunikator NASA, merespons dari kontrol misi di Houston: "Roger, Tranquility. Kami mendengar Anda di darat. Anda sempat membuat banyak orang sulit bernapas (menunggu kabar Anda). Kami (kini) bernapas lagi."

Beberapa jam kemudian, ketika sang astronaut pertama kali melangkah ke permukaan Bulan, Armstrong mengucapkan kalimat bersejarah: "Satu langkah kecil untuk seorang pria, satu lompatan raksasa untuk umat manusia (It's one small step for man, one giant leap for mankind)."

Saat itu, Armstrong tak sendiri. Jejaknya kemudian diikuti oleh rekan awak Apollo 11 lain, Buzz Aldrin. Sementara Michael Collins, sesama rekan misi, tetap mengorbit di Bulan untuk memegang kontrol komunikasi.

Gary George adalah seorang mahasiswa teknik di Lamar University ketika ia magang di NASA Johnson Space Center dan kadang-kadang pergi ke lelang surplus pemerintah, kata Sotheby's.

Pada Juni 1976, ia membayar US$ 217,77 untuk sekitar 1.150 gulungan pita magnetik yang dimiliki NASA.

George menjual dan menyumbangkan sebagian dari kaset itu, tetapi dia menyimpan tiga, setelah ayahnya memperhatikan bahwa mereka diberi label "APOLLO 11 EVA | 20 Juli 1969, REEL 1 [--3]" dan "VR2000 525 Hi Band 15 ips."

George cuek saja, sampai dia tahu pada 2008 bahwa NASA sedang berusaha menemukan kaset aslinya untuk peringatan 40 tahun pendaratan di Bulan, kata Sotheby's.

Kaset-kaset itu memiliki durasi gabungan 2 jam dan 24 menit, dan mereka menunjukkan keseluruhan pendaratan Bulan seperti yang terlihat oleh staf Mission Control, dari perjalanan pertama ke panggilan telepon dengan Presiden Richard Nixon saat itu, kata rumah lelang.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini