Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hamas siap serahkan senjata ke PLO jika boleh bergabung

Hamas siap serahkan senjata ke PLO jika boleh bergabung Peringatan 30 tahun Hamas. ©2017 REUTERS/Mohammed Salem

Merdeka.com - Koran al-Hayat kemarin mengabarkan kelompok perjuangan Palestina, Hamas, menyatakan bersedia menyerahkan senjata mereka di bawah kendali Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dipimpin kelompok Fatah.

Koran berbahasa Arab bermarkas di London itu menyatakan seorang pejabat senior Hamas di Ramallah menyatakan, kelompok mereka mau melakukan itu jika diizinkan bergabung dengan PLO.

Mengutip pernyataan sumber di Gaza, Al-Hayat mengatakan Hamas tak keberatan menyerahkan kendali senjata-senjatanya di bawah PLO.

The Times of Israel melaporkan, Sabtu (6/1), Hamas juga menyebut mereka sudah mengabaikan perseteruan dengan Fatah selama ini dan berkomitmen pada rekonsiliasi nasional serta bersedia menghadiri pertemuan Dewan Sentral Palestina (PCC) yang akan digelar 14 Januari mendatang.

Juru bicara Hamas Hossam Badran dalam pernyataannya Kamis, mengatakan kelompoknya sudah menerima undangan resmi ke acara itu dan mereka dengan senang hati sedang mempelajarinya.

Laporan al-Hayat itu tampaknya berbeda dengan pernyataan baru-baru ini dari wakil pemimpin politik Saleh al-Arouri yang mengatakan kepada Aljazeera, kelompok mereka tidak berniat menyerahkan senjata di bawah kendali PLO. Media Israel Walla berspekulasi, kondisi ini memperlihatkan ada perselisihan di antara pemimpin Hamas di Gaza dan di luar Gaza.

Baru sebulan lalu pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar mengatakan rekonsiliasi Palestina mengalami kegagalan karena persoalan senjata ini.

PLO sendiri terdiri dari beberapa faksi dengan Fatah yang terbesar, dipimpin Mahmud Abbas. Baik Hamas maupun Jihad Islam saat ini belum menjadi anggota PLO atau Otoritas Palestina.

Kesepakatan yang digawangi Mesir pada awal Oktober lalu menyatakan 1 Desember adalah batas waktu bagi Hamas untuk sepenuhnya menyerahkan kekuasaan di Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina, namun batas waktu itu berulang kali diperpanjang.

Pada Oktober lalu Sinwar menyinggung soal sayap militer Hamas di bawah payung PLO bersama Fatah.

"Sebagai sebuah bangsa, kami masih berjuang untuk kemerdekaan dan tidak bisa menyerahkan senjata. Senjata kami harus berada di bawah payung PLO," kata dia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP