Geng Narkoba Diduga Bunuh Sembilan Warga AS di Meksiko

Rabu, 6 November 2019 19:25 Reporter : Hari Ariyanti
Geng Narkoba Diduga Bunuh Sembilan Warga AS di Meksiko keluarga as korban pembunuhan geng narkoba meksiko. ©REUTERS/Jose Luis Gonzalez

Merdeka.com - Pria bersenjata membuah sembilan perempuan dan anak-anak dalam serangan berdarah terhadap warga Amerika Serikat di Meksiko selama bertahun-tahun, mendorong Presiden AS Donald Trump menawarkan bantuan kepada Meksiko untuk melawan kartel narkoba yang diyakini berada di belakang serangan itu.

Sembilan orang ini terbunuh dalam serangan Senin siang di perbatasan Chihuahua dan Sonora, wilayah asal keturunan LeBaron, Langford, Miller, dan keturunan Meksiko-Amerika, anggota komunitas Mormon yang memisahkan diri yang menetap di perbukitan dan dataran Meksiko utara beberapa dekade yang lalu. Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan bekas kendaraan yang hangus dan penuh dengan lubang peluru.

”Ini rekamannya,” kata pria yang berbicara bahasa Inggris dengan aksen Amerika dalam video tersebut.

"Nita dan empat cucu saya dibakar dan ditembak," kata pria itu, tampaknya merujuk pada Rhonita LeBaron, satu dari tiga perempuan yang tewas dalam serangan itu, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/11).

Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut.

Kerabat korban, Julian LeBaron, menyebut insiden tersebut sebagai pembantaian dan mengatakan beberapa anggota keluarganya dibakar hidup-hidup.

Dalam pesan singkat yang dikirim kepada Reuters, Julian LeBaron menulis empat pria, dua gadis dan tiga perempuan dewasa dibunuh. Beberapa anak-anak yang melarikan diri dalam serangan itu hilang beberapa jam ke pinggiran kota sebelum ditemukan.

Dia mengatakan belum jelas siapa pelaku serangan.

"Kami tidak tahu kenapa, meskipun mereka telah menerima ancaman tidak langsung. Kami tidak tahu siapa yang melakukannya," katanya kepada Reuters.

Lima anak-anak yang terluka dilarikan ke rumah sakit di Tucson, Arizona, dan seorang anak laki-laki berada dalam kondisi kritis dirujuk ke sebuah rumah sakit di Phoenix, demikian disampaikan Lafe Langford, keluarga korban yang bibi dan sepupunya dibunuh dalam serangan, melalui telepon dari Louisiana.

Baca Selanjutnya: Diduga Korban Salah Sasaran...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini