Fakta-Fakta Penembakan di Depan Masjid Prancis

Sabtu, 29 Juni 2019 10:12 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Fakta-Fakta Penembakan di Depan Masjid Prancis Penembakan di Prancis. France24

Merdeka.com - Seorang pria tak dikenal memberondong tembakan di depan Mosquee Sunna de Brest, di Pantai Atlantik Prancis, Kamis (27/6) pukul 16.00 waktu setempat. Dua orang menjadi korban penembakan itu. Mereka adalah imam masjid dan seorang temannya.

Sampai saat ini belum diketahui apa yang motif insiden penembakan tersebut. Berikut beberapa fakta terkait dengan penembakan di masjid di Prancis:

1 dari 3 halaman

Modus Pelaku Meminta Foto

Imam masjid menjadi korban dalam penembakan itu. Saat itu, Imam Rachid El Jay dan temannya keluar dari masjid. Tiba-tiba datang seorang pria misterius yang ingin berfoto dengannya. El Jay menceritakan kesaksiannya pada Wakil walikota Brest, Trabelsi Hosny.

Kemudian pelaku secara tiba-tiba menembaki imam dan temannya itu. "Sosok tidak dikenal itu kemudian menembaki imam dan temannya," kata Hosny.

2 dari 3 halaman

Pelaku Ditemukan Tewas Usai Menembaki Korban

Satu sumber kepolisian mengatakan tersangka penembak ditemukan tewas di daerah dekat bandara, sekitar 10 kilometer dari masjid, dengan luka tembak fatal di kepala yang diduga akibat bunuh diri.

Sumber itu juga mengatakan bahwa pria bersenjata meninggalkan dokumen tertulis di dekat tempat jasadnya ditemukan.

"Dia tidak diketahui polisi, tidak ada dalam arsip, dan tidak diketahui milik gerakan apa," kata sumber itu.

Polisi telah membuka penyelidikan, dengan kantor kejaksaan Paris mengatakan situasinya juga sedang diperiksa oleh pasukan anti-teror.

3 dari 3 halaman

Imam Masjid Diteror Kelompok ISIS

Ada banyak kabar tentang Rachid El Jay, seorang imam masjid yang menjadi korban penembakan. Salah satunya diteror kelompok radikal ISIS.

Abdallah Zekri dari Dewan Perancis untuk Iman Muslim (CFCM) mengatakan bahwa Rachid El Jay telah diancam oleh kelompok ISIS. "Karena dia telah berpidato sesuai dengan nilai-nilai Republik," katanya.

Romain Caillet, seorang konsultan Prancis tentang masalah-masalah Islam, mengatakan bahwa Rachid El Jay menjadi sasaran para militan dan kelompok-kelompok ultra-kanan karena video-video imam yang telah menjadi berita.

Imam Rachid El Jay diberondong oleh empat peluru, sementara seorang jamaah yang bersamanya menderita luka-luka akibat dua peluru. Tak ada korban yang kritis.

"(El Jay) menderita dua luka peluru di perut dan dua di kaki. Sedangkan seorang jamaah yang sedang bersamanya terkena dua peluru di kaki," kata CFCM. [has]

Baca juga:
Pria Bersenjata Serang Masjid di Prancis, Pelaku Lalu Bunuh Diri
Pelaku Penembakan Warga OKI Ditangkap, Motif Perselisihan Bisnis
Pria Bersenjata Serang Dua Desa di Mali, 41 Orang Tewas
Penembak Mati Kanitreskrim di OKI Terungkap, Pelaku Diberi 2 Pekan Serahkan Diri
Salah Paham, Anggota Polres OKU Timur Tembak Prajurit TNI

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini