Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekstremis Islam penggal ulama sufi di Bangladesh

Ekstremis Islam penggal ulama sufi di Bangladesh warga Bangladesh berkerumun di dekat mayat profesor liberal Rezaul Karim Siddique. ©Daily Mail

Merdeka.com - Muhammad Shahidullah, 65 tahun, hilang sejak dia meninggalkan rumahnya Jumat pagi lalu. Tadi malam warga menemukan jasadnya dalam keadaan mandi darah di sebuah kebun pohon mangga di Rajshahi, Bangladesh.

Shaidullah adalah seorang ulama sufi. Dia tampaknya dibunuh karena dianggap tidak sejalan dengan pemahaman Islam kaum ekstremis.

"Dia bukan seorang sufi yang terkenal. Tapi ada kemungkinan dia dibunuh oleh kelompok militan Islam," ujar kepala polisi distrik Rajshahi, Nisharul Arif, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (9/5).

Sebelumnya, dua pekan lalu kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku membunuh Rezaul Karim Siddique, profesor liberal di kawasan yang sama. Sejak bulan lalu sudah enam orang dibunuh dengan cara yang sama di Bangladesh.

Polisi mengatakan pembunuhan terhadap ulama sufi itu mirip dengan insiden yang sama dalam beberapa waktu belakangan, yakni menggunakan parang atau golok.

"Dia dipenggal dari lehernya dan juga ada luka bacokan di tenggorokannya," ujar polisi bernama Abdur Razzak.

Shahidullah diketahui punya sejumlah pengikut di Rajshahi.

Kelompok sufi di pedalaman Bangladesh kerap dipandang sebagai aliran yang menyeleweng dari Islam oleh kelompok Sunni mayoritas.

Paham ekstrem asal Arab Saudi macam Salafi dan Wahabi kini berkembang pesat di Bangladesh.

Korban-korban sebelumnya diketahui menganut paham Syiah, Ahmadiyah, Hindu, Kristen, dan warga asing.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP