Dulu dibanggakan, kini kanguru jadi ancaman di Australia

Rabu, 13 September 2017 06:36 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
kanguru. shutterstock

Merdeka.com - Kanguru selama ini dikenal sebagai hewan endemik (khas) Australia. Namun, keberadaan mamalia itu justru dianggap sebagai ancaman.

Maka dari itu, kini warga Australia diminta lebih sering berburu dan mengkonsumsi daging kanguru. Dengan begitu dianggap bisa menekan populasi hewan marsupial itu.

Dilansir dari laman ABC News, Selasa (12/9), menurut catatan pemerintah Australia sejak 2016 hingga kini populasinya mencapai 45 juta ekor. Hampir dua kali lipat dari jumlah penduduk Australia.

Padahal enam tahun sebelumnya, jumlah populasi kanguru sekitar 27 juta ekor. Diduga lonjakan itu terjadi karena faktor alam, yakni curah hujan yang tinggi berimbas tersedianya banyak makanan buat kanguru.

Profesor David Paton dari Universitas Adelaide meminta warga Australia jangan ragu mengkonsumsi daging kanguru. Hal itu supaya tidak sia-sia kalau mereka dijadikan target buruan.

"Kalau kita ingin menyingkirkan satwa ini, harus dilakukan dengan manusiawi. Namun, sebaiknya kita juga memikirkan apa yang akan kita perbuat selanjutnya kalau kita membunuh kanguru. Kita tidak bisa membiarkan jasad mereka membusuk di kandang atau penangkaran," kata Paton.

Paton mewanti lonjakan populasi kanguru bakal mengancam keragaman hayati di Australia.

"Ini bukan salah kanguru kalau jumlah mereka semakin banyak. Mungkin hanya karena kita terlalu lunak terhadap mereka, buat menekan populasi supaya mencegah kerusakan," ujar Paton. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.